Bupati Trenggalek Safari Infrastruktur Jalan Lingkar Panggul

  • Whatsapp

KABAR RAKYAT – Jelang pergantian tahun 2020, Bupati Trenggalek M.Nur Arifin melakukan safari infrastruktur, salah satunya di kecamatan Panggul pada hari, Senin (28/12). Ia meminta dinas tehnis tuntaskan pembangunan infrastruktur jalur lingkar Panggul. Harapannya, jalan itu bisa menopang pergerakan ekonomi warga masyarakat

Kecamatan panggul, letaknya strategis. Selain memprioritaskan pembangunan jalan juga kita merasa perlu menangkap potensi ekonomi yang ada.

” Saat ini kita prioritas pembangunan jalur transportasi wilayah yang teratas yang menghubungkan Tangkil-Terbis-Karangtengah ada sekitar 9 km dan akan kita proyeksikan sekitar Rp 5 hingga 7 miliar,” ungkap pria yang terpilih kembali menahkodai Kabupaten Trenggalek hingga tahun 2024 mendatang.

Karena anggaran infrastruktur ingin kita tingkatkan selama 2 tahun kedepan. Bisa 2 hingga 3 kali lipat untuk menyelesaikan semua infrastruktur.

” di jalur Depok-Tangkil-Terbis, insya Allah 2022 bisa tuntas karena di 2020 sudah ada anggaran yang masuk ke sana,” jelas Gus Ipin.

Dalam safari infrastruktur ini, Gus Ipin juga meminta checklist program prioritasnya 17 desa di Kecamatan Panggul untuk di prioritaskan di tahun 2021 dan tahun 2022 mendatang.

Di Kecamatan Panggul, Bupati Arifin juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada kelompok usaha perempuan.

Bantuan tersebut meliputi vacum seller, cooler dan beberapa jenis bantuan lainnya.

“Kita hari ini melakukan penyerahan bantuan untuk kelompok usaha perempuan yang bergerak di sektor perikanan. Ada mesin vacum, cooler dan yang lainnya,” ungkapnya.

Di kecamatan Panggul kita tadi menerapkan pembangunan Little Jogja dan juga pembangunan di desa-desa, imbuhnya.

Ada 17 desa di Kecamatan Panggul kita minta checklist program prioritasnya yang kemudian akan kita prioritaskan khususnya nanti di tahun 2021 dan tahun 2022.

Pria yang akrab disapa Gus Ipin ini juga berharap desa dan kecamatan juga menerapkan pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan. Harus ada percontohan pembangunan berkelanjutan di desa, Kecamatan harus mendorong hal ini tandasnya.

Pertumbuhan inklusif dapat dikatakan sebagai ukuran apakah pertumbuhan ekonomi suatu daerah berkualitas. Pertumbuhan ekonomi disebut inklusif apabila pertumbuhan tersebut mampu menurunkan kemiskinan, menurunkan ketimpangan distribusi pendapatan, dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.*

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *