Bupati Trenggalek: Terapkan New Normal Tanpa Inventarisasi akan Menimbulkan Resiko

  • Whatsapp
Bupati Trenggalek rapat koordinasi persiapan new normal.

KABAR RAKYAT – Dalam rangka menyusun penerapan New Normal, Pemkab Trenggalek melakukan rapat koordinasi lintas pimpinan OPD (organisasi perangkat daerah) dengan camat dan kades via vidio conferent (Vidcon), Senin (15/1).

Rapat bersama ini, kata Bupati Mochamad Nur Arifin, untuk menyusun langkah bersama guna meminimalisir resiko dalam penerapan New Normal.

Read More

“Menerapkan new normal tanpa menginventarisir resiko adalah sebuah tindakan konyol,” tegas Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin.

Pemerintah Trenggalek, saat ini sudah menerapkan kondisi new normal secara bertahap.

Beberapa sektor yang saat ini diperbolehkan melakukan aktivitas normal antara lain, kegiatan peribadatan, aktifitas pondok pesantren, pasar, pusat perbelanjaan dan aktivitas kesehatan.

“Pejabat terkait saya harapkan kedepan, untuk tetap mengawal dan mengedepankan protokol kesehatan dalam menjalani New Normal,” harap Bupati.

Sedangkan beberapa sektor lain yang saat ini , masih belum bisa dilakukan karena sangat beresiko penyebaran antara lain: sektor hiburan seperti wayangan, orkes, pesta pernikahan dan beberapa sektor yang lain.

“meskipun pemerintah memperbolehkan penyelenggaraan hajatan perkawinan namun jumlah orang yang hadir di luar ataupun di dalam gedung dibatasi hanya boleh maksimal 30 orang saja,” jelasnya.

“Tentunya dengan batasan banyaknya orang yang boleh dalam satu tempat ini, kegiatan hiburan diatas tidak mungkin bisa dilaksanakan, kecuali bila dilakukan secara live dan penontonnya dari rumah masing masing,” jelas Bupati.

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *