Pemkab Trenggalek Umumkan Kebijakan Baru Jelang Libur Natal 2020 Tahun Baru 2021

  • Whatsapp
Bupati Trenggalek M. Nur Arifin didampingi Forkopimda Kapolres Trenggalek, Dandim 0806/ Trenggalek dan Kejaksaan Negeri Trenggalek. Sampaikan kebijakan baru menghadapi libur panjang dan antisipasi penyebaran COVID-19 meningkat.

KABAR RAKYAT – Pemerintah Kabupaten Trenggalek umumkan beberapa kebijakan baru yang diambil dalam menghadapi libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 guna untuk menekan angka naik orang terkonfirmasi COVID-19.

Kebijakan ini mulai hari ini 24 Desember 2020 sampai dengan 4 Januari 2021. Yakni pemberlakukan rapid test antigen secara random kepada pelaku perjalanan liburan dipintu masuk Kabupaten Trenggalek.

Bacaan Lainnya

Dalam Keterangan pers di Gedung Smart Center, (23/112), Bupati Trenggalek M. Nur Arifin tegaskan kebijakan ini karena ada peningkatan pasien positif COVID-19.

“Dalam hadapi libur panjang perayaan Natal pergantian tahun 2020 ke 2021, Pemkab Trenggalek akan menutup tempat wisata sejak 30 Desember sampai dengan 2 Januari 2021,” tegas Bupati Arifin.

Rapid test antigen secara random pada pelaku perjalanan dilaksanakan pintu masuk kawasan Trenggalek, dan pos pelayanan di Puskesmas Baruharjo dan Piskesmas Pucanganak.

“Selama libur ini keramaian dan hajatan sementara ditiadakan. Perayaan natal dan tahun baru di rumah, dan kegiatan peribadatan wajib patuhi protokol kesehatan,” imbuhnya.

Bupati Arifin meminta pengelola wisata untuk batasi wisatawan luar tidak lebih dari separuh kapasitas yang ada.

Perlu ditehaui, jumlah orang terpapar COVID-19 di Trenggalek sampai dengan 22 Desember 2020, sebanyak 104 orang. Mereka dirawat di Asrama COVID dan isolasi mandiri.

“Adapun fatality rate Kabupaten Trenggalek sebesar 4,32 % dari total kasus, atau setara 41 orang meninggal,” terang pemimpin muda ini dalam siaran persnya

Ditegaskan oleh Bupati Arifin “klaster kasus aktif sampai saat ini antara lain perjalanan, keluarga dan hajatan.

“Kemudian analisa epidiomology juga menunjukkan grafik bahwa, setiap pasca hari libur, kasus covid selalu terjadi kenaikan. Untuk itu menyambut natal dan tahun baru kami akan mengambil beberapa kebijakan,” imbuh Arifin.***

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *