Buron Sepekan, Penghina Kyai NU Ditangkap Resmob di Jember

  • Whatsapp

BANYUWANGI – Sepekan setelah menyandang status buronan, akhirnya M. Yunus Wahyudi berhasil ditangkap  tim resmob Polres Banyuwangi kemarin (17/11). Yunus ditangkap tim Resmob unit kota di wilayah Sempolan, Jember. Dia ditangkap setelah beberapa kali mangkir dipanggil sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan PCNU Banyuwangi.

Yunus ditangkap tim Resmob Polres Banyuwangi  menjelang siang. Proses penangkapan berjalan dengan lancar. Warga Desa Keradenan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi ini langsung dibawa ke Polres Banyuwangi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Tim resmob yang menangkap Yunus tiba di Polres Banyuwangi sekitar pukul 15.00 WIB.

Kepada wartawan Yunus mengaku dirinya memang sudah berniat datang ke Polres. Selama ini dirinya pergi ke Jakarta untuk menanyakan laporannya di Mabes Polri dan Kejaksaan Agung terkait beberapa kasus dugaan korupsi. “Kasus saya sebenarnya tidak lebih berat dari pencurian satu butir telur. Karena yang saya bicarakan oknum kyai NU yang menerima dana dari tambang emas tumpang pitu dan itu sudah diakui semuanya,” ujar Yunus sebelum masuk ruang penyidikan.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Sodik Efendi menyatakan, Yunus ditangkap di wilayah Sempolan Jember pagi kemarin. Anggota Resmob memang sudah membawa surat perintah membawa tersangka Yunus.

Yunus terpaksa ditangkap karena yang bersangkutan sudah tiga kali dipanggil sebagai tersangka tapi tidak hadir. Pertama dia beralasan alamatnya minta dibetulkan. Kemudian dipanggil lagi sesuai KTP juga tidak hadir. “Selanjutanya tahapan penyidikan Resmob membawa yang bersangkutan dilakukan hari ini,” ujarnya dihubungi melalui saluran telepon.

Apakah Yunus akan langsung ditahan? Menjawab pertanyaan ini, Sodik mengaku semua dilakukan sesuai tahapan. Pertama diberikan surat perintah membawa, karena sudah tertangkap kemudian diterbitkan surat perintah menangkap. “Apakah nanti dilakukan penahanan, menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Kalau memang ditahan ya kita terbitkan surat penahanan,” tegasnya dari ujung telepon.

Dalam kasus ini, pasal yang diterapkan adalah pasal 45 a ayat (2) sub pasal 45 ayat (3) Undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang perubahan Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik (ITE).

Seperti diketahui, PCNU Banyuwangi melaporkan oknum LSM berinisial Yunus ke Polres Banyuwangi pada 13 September lalu. Laporan ini menyusul statemen Yunus yang menyebut Ketua dan Wakil PCNU Banyuwangi menerima aliran dana dari sebuah perusahaan tambang.

Tidak tanggung-tanggung, laporan itu dilakukan langsung oleh Wakil Ketua PCNU Banyuwangi, Nanang Nur Ahmadi. Dia melapor dengan didampingi Pengacara senior, Misnadi. Bersama mereka tampak belasan orang yang berasal dari pengurus PCNU, anggota Banser, Pagar Nusa dan Ansor Banyuwangi.

Dalam perjalanan perkara ini, terjadi perdamaian antara H. Nanang Nur Ahmadi selaku pelapor dan Ys selaku terlapor. Perdamaian disaksikan pengacara masing-masing. Meskipun terjadi perdamain, pihak Kepolisian memastikan kasus jalan terus. Sebab tidak ada pencabutan laporan atas kasus tersebut.

Reporter : Hujaini

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *