Camat Pesanggaran Benar Hanya Undang 5 Kades dan BPD-nya

Suasana panas musyawarah hingga Kapolsek Pesanggaran memilih meninggalkan lokasi rapat demi menjaga institusi Kepolisian (2)

Suasana panas musyawarah hingga Kapolsek Pesanggaran memilih meninggalkan lokasi rapat demi menjaga institusi Kepolisian. 

Rapat musyawarah di aula Kecamatan Pesanggaran membahas aspirasi rumah sakit internasional setara RS. Al-Huda panas. Belasan kepala desa tak diundang Camat pergi. Sambutan Kapolsek Pesanggaan disela terus oknum BPD, hingga serahkan microfon dan meninggalkan tempat.

KabarRakyat.ID – Camat Pesanggaran, Ir. Sugiyono Dermawan Sap.Msi menegaskan dasar rapat dilaksanakan di Aula Kecamatan Pesanggaran, seteleh ada permohonan lima kepala desa se Pesanggaran, logo Pemkab Banyuwangi atas nama Musyawarah Antar Desa (MAD) Lima Desa Lingkar Tambang Emas Tumpang Pitu. Beranggotakan desa, diantaranya; Sarongan, Kandangan, Sumberagung, Sumbermulyo, Pesanggaran.

“Dasar saya membuat undangan atas nama Camat Pesanggaran, adalah surat permohonan lima desa yang ditandatangani masing-masing kepala desa. Diluar itu, saya tidak mengundang,” kata Camat Pesanggaran.

Suasana panas musyawarah hingga Kapolsek Pesanggaran memilih meninggalkan lokasi rapat demi menjaga institusi Kepolisian (4)

Kapolsek Pesanggaran menyerahkan microfon kepada BPD Sumberagung.

Meski situasi panas, karena ada beberapa kepala desa diluar Kecamatan Pesanggaran, kecewa dan memutuskan pergi dari rapat. Kegiatan rapat musyawarah lima desa tetap berlangsung.

Formatnya yang ditawarkan Camat Pesanggaran Sugiyo, mencatat usulan masing-masing kepala desa, termasuk keinginan membangun rumah sakit sekelas internasional seperti RS. Alhuda dan kesempatan kerja warga sekitar.

“Aspirasi tetap disampaikan tertulis dan akan kita (Forpimka Pesanggaran) kawal ke PT. BSI,” kata Camat Pesanggaran.

Suasana panas musyawarah hingga Kapolsek Pesanggaran memilih meninggalkan lokasi rapat demi menjaga institusi Kepolisian (3)

Kapolsek Pesanggaran meninggalkan rapat usai menyerahkan microfon kepada BPD Sumberagung.

Dan. Ramil Pesanggaran, Kapten Arm. Sutoyo menyampaikan, “Muspika Pesanggaran ini aparat pemerintahan. Kita ini cuma menyembadani aspirasi masyarakat, kita hanya menampung aspirasi dari warga dan nanti akan kita sampaikan”.

Ditambahkan, cara menyampaikan aspirasi harus dengan baik tidak emosi supaya suasana pertemuan menjadi kondusif.

Kapolsek Pesanggara

Suasana panas musyawarah hingga Kapolsek Pesanggaran memilih meninggalkan lokasi rapat demi menjaga institusi Kepolisian (1)

Sejumlah kepala desa diluar Pesanggaran pergi. Sempat diredam Kades Sumberagung.

n AKP R. Wira Raja dikonfirmasi, benar dirinya mensosialisasi pentingnya menjaga kondusifitas wilayah. “Ya benar seperti itu,” kata AKP R. Wira Raja, via ponselnya.

Pilihan meninggalkan ruang Aula, seolah demi menjaga nama marwah kepolisian, karena dalam sambutan perkataannya dibantah dan disela seorang Ketua BPD. Sengaja ia menyerahkan microfon pada yang bersangkutan. Sempat mendapat tepukan tangan, perwira lulusan Akpol inipun ikhlas menerima.

Meski demikian acara musyawarah tetap berlangsung, dan berakhir dengan baik.

Reporter: Jaenudin

Editor: Choiri

banner 970x90









Loading...

#BSI #Kecamatan Pesanggaran #Tumpang Pitu

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 800x600)

    Tinggalkan pesan