Jumat, November 27, 2020
Beranda GAYA HIDUP COMMUNITY Cantiknya Banyuwangi - Surabaya, Kolaborasi Antara Perupa Jawa Timur

Cantiknya Banyuwangi – Surabaya, Kolaborasi Antara Perupa Jawa Timur

REPORTERRichard

Pelukis Surabaya dan Sidoarjo berbagi cerita dengan Moezes Misdy, Yadi K dalam on the soprt.

KABAR RAKYAT – Ada sesi pembeda di penghujung tahun 2020, perupa Jawa Timur menghirup nuasa kebebasan di tengah pandemi Covid -19. Ada tujuh pelukis asal Sidoarjo dan Surabaya mencoba kolaborasi dengan perupa Banyuwangi. Mengambil tema ” Cantiknya Banyuwangi -Surabaya” para pelukis Jawa Timur kembali menguji jatidiri.

Banyuwangi terus bergerak ditengah pandemi Covid -19 para perupa benar-benar tak ingin kehilangan moment diatas kanvas. Kali ini tujuh pelukis Sidoarjo Anggi Panca, Bella Bello, Siska la Viggie, Amando Brada, Grace K dan Ucik sengaja datang ke Langgar Art untuk mencari nuansa baru dalam karya lukisnya.

Kehadiran para perupa asal Sidoarja dan Surabaya pun disambut hangat oleh pinisepuh perupa Banyuwangi Moezes Misdy dan Yadi K yang karyanya sudah tak asing bagi pencinta seni rupa Indonesia.

” Teman-teman pelukis Surabaya dan Sidoarjo sengaja datang ke Langgar Art Banyuwangi untuk berbagi cerita sekaligus mencoba kolaborasi dengan para senior kita mbah Moezes dan mas Yadi K. Intinya, sama-sama mencari inspirasi dan saling berbagi suport di tengah pandemi Covid -19,” kata Windu Pamor perupa yang kini terus bersinar melalui karya-karyanya.

Dua gadis model menjadi obyek para pelukis dengan sudut pandang dan goresan berbeda menggambar eksotik gadis bumi Blambangan. Dua model wanita cantik sengaja menjadi perekat dalam pertemuan perupa Jawa Timur.

” On the sport kali ini serasa memberikan energi baru perupa Banyuwangi untuk tetap optimis dalam berkarya. Justru ditengah pandemi ini malah kita bisa saling komunikasi dan merangkainya dalam sebuah lukisan dengan karakteristik yang berbeda. Yang terpenting in the sport hari ini adalah saling berbagi pengalaman, membangun silaturohmi dan saling menyemangati,” kata Moezes Misdy, sang maestro bumi Blambamgan ini, Rabu(18/11/2020).

Yadi K pun tak mau kehilangan moment dalam on the sport di Langgar Art. Dengan kondisi fisik yang tidak lagi seperti dulu sosok Yadi K ingin kembali berpacu dalam gores kuas di atas kanvas. Yadi K bersama Moezes tak ingin moment Langgar Art disia-siakan sebagai energi baru untuk tetap eksis.

” Kami ingin ada pembeda di Banyuwangi. Suport Langgar Art mengispirasi kita semua untuk tetap optimis berkarya dan berkarya. Regenerasi perupa banyuwangi itu penting. Hari ini kita semua menglirkan energi kebersama dengan dulur-dulur Surabaya dan Sidoarjo,” ungkap Yadi K.

Moment kumpul dengan dua perupa senior Banyuwangi sesuatu yang langka. Itu diakui oleh Amando pelukis asal Sidoarjo. “Bertemu dengan beliau-beliau itu sangat tidak mudah dan ini moment langka. On the sport di Langgar Art Banyuwangi atmosfirnya art banget,” tuturnya.

 

 

 

 

EDITORChoiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca