Wednesday, August 12, 2020
Home BERITA Cegah Covid-19, Ketua PKK Jatim Ingatkan Keluarga Disiplin Terapkan PHBS

Cegah Covid-19, Ketua PKK Jatim Ingatkan Keluarga Disiplin Terapkan PHBS

KABAR RAKYAT – Dalam rangka mendukung program pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam hal kedisiplinan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Hal tersebut cukup beralasan. Karena keluarga merupakan unit terkecil dalam penanaman karakter bangsa, termasuk hal PHBS.

Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama yang mempunyai peranan penting dalam kebutuhan asah, asih dan asuh.

“Maka lewat keluarga diharapkan bisa membuat masyarakat siap menghadapi tatanan hidup baru dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19,” tutur Arumi Ketua TP PKK Prov. Jatim pada acara Refleksi Program Bangga Kencana Dalam Rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXVII Tahun 2020 Provinsi Jatim di Kantor BKKBN Jatim, Surabaya, Senin (6/7).

Arumi menjelaskan, untuk menyukseskan hal tersebut pihaknya bersama BKKBN dan seluruh lintas sektor bekerjasama mengimbau masyarakat melalui peran penyuluh KB, Kader PKK untuk disiplin menjalankan perilaku PHBS dari lingkup keluarga.

Apalagi, keluarga memiliki 8 fungsi yaitu fungsi agama, sosial budaya, cinta dan kasih sayang, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi dan lingkungan.

Ketua PKK Jawa Timur Arumi Emil Dardak Berikan Piagam Penghargaan Pada Acara Hari Keluarga Nasional Ke 27 Di Kantor Badan Perwakilan BKKBN Jatim

“Dimulai dari keluarga inilah kami harapkan kewaspadaan masyarakat bisa tetap tinggi, karena virus Covid-19 ini masih ada. Sehingga, ketika PSBB mulai dilonggarkan kedisiplinan ini tidak boleh kendur tapi justru terus meningkat,” tandas Ketua Dekranasda Provinsi Jatim ini.

[the_ad id=”29596″]

Untuk itu, istri Wagub Jatim ini berharap, Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) harus menjangkau seluruh keluarga di Jawa Timur.

Termasuk keluarga yang mengalami kesulitan, terutama di wilayah-wilayah miskin, padat penduduk, wilayah nelayan, kumuh, dan daerah tertinggal lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER