Cerita Sejarah Semenanjung Sembulungan Muncar

665 views
banner 468x60)

banner 468x60)

Gua Jepang dan bunker peninggalan masa penjajahan Jepang, di Semenanjung Sembulungan Muncar (Ft. Ist/Fat)

KABARRAKYAT.ID, SEJARAH – Semenanjung Sembulungan Muncar Kabupaten Banyuwangi  yang terletak di Taman Nasional Alas Purwo memiliki keindahan alam serta menyimpan cerita sejarah. Sebagai saski bisu, bunker, meriam dan petilasan Empu Supo, pencipta Keris Sengkelat ditemukan di pulau kecil ini. Wajar, jika Pemerintah Banyuwangi dan Balai Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) berencana menjadikan Sembulungan sebagai wisata sejarah.

Dijelaskan, Kepala Balai TNAP, Nuryadi S. Hut., Mp melalui Kepala Seksi Pengelolaan Balai TNAP wilayah II, Noviani Utami, di tempat itu banyak ditemui bunker, sedikitnya ada 24 bunker  peninggalan jaman Jepang dan Belanda, dua meriam berukuran besar sepanjang 6 meter dengan berat 5 ton yang bertuliskan ‘Germany Esen Tahun 1900’ pada meriam tersebut. Selain itu, juga ditemukan tandon air, sumur dan petilasan Empu Supo dan dua makam Gandrung yang dipercaya memiliki sejarah tersendiri.

Kepala Seksi Pengelolaan Balai TNAP wilayah II Noviani Utami

Kepala Seksi Pengelolaan Balai TNAP wilayah II Noviani Utami

“Tahun 2017, kita temukan 23 bunker dan pada tahun  2018, 1 bunker. Rata – rata bunker terdapat 1 kamar dan 3 kamar untuk bunker komando buatan Jerman tahun 1900,” jelas Noviani ditemui di kantornya, Selasa (8/5/2018).

Tempat bersejarah ini ditemukan petugas TNAP ketika patroli darat maupun laut. Sementara untuk menjadikan Semenanjung Sembulungan menjadi wisata bersejarah, pihaknya menggandeng Balai Cagar Budaya (BCB) Trowulan untuk melakukan pendataan, karena temuan ini masih belum masuk di data base BCB Trowulan. Selain itu, Balai Arkeologi dan Tim Cagar Budaya Banyuwangi juga dilibatkan untuk mensurvei.

“Kita sudah berkordinasi, supaya tempat bersejarah ini bisa dijadikan wisata bersejarah. Dalam hal ini, pihak Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sangat mendukung,” jelasnya.

Terpisah,  Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Kholiqul Rida menyampaikan, pihaknya mendukung penuh dan berharap Semenanjung Sembulungan menjadi wisata bersejarah yang bermanfaat bagi masyarakat. Untuk itu, pihak-pihak terkait diharapkan dapat membantu dan mewujudkan Sembulungan Muncar menjadi wisata sejarah yang ada di Banyuwangi.

Gua Jepang Sembulungan, Saksi Bisu Perang Dunia II

Ada yang menarik saat menelusuri tempat bersejarah Goa Jepang yang terletak di pulau kecil Sembulungan, Kecamatan Muncar dan masuk wilayah Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur ini.

Konon, goa tempat persembunyian tentara jepang ini ada sejak perang dunia ke II (dua romawi). Menariknya, goa tersebut letaknya tersembunyi di bawah tanah serta memiliki pintu masuk berbentuk persegi empat dengan kelebaran setengah meter.

Untuk menuju goa itu, pengunjung yang melalui jalur darat lewat Kecamatan Tegaldlimo dengan jarak tempuh sekitar 10-15 kilometer, sedangkan jalur laut sekitar 30 menit perjalanan dan harus melewati hutan bambu sepanjang 1,5 kilo meter. Namun harus berhati – hati, goa yang memiliki kedalaman 20 meter ini dipenuhi kelelawar dan ular berbisa.

Gua Jepang (1) copy

Meriam, sisa-sisa pertahanan Jepang, peninggalan perang dunia II

Selain itu, di bawah tanah tempat gua tersebut terdapat 3 kamar, 1 halaman dan 1 pintu menuju lautan. Sayangnya, pintu menuju lautan tersebut belum bisa dilalui lantaran banyak dihuni ular berbisa.

“Pintu gua yang menuju lautan ini, para pengunjung dihimbau untuk tidak melaluinya, karena banyak ularnya,” kata Rino, petugas Mintra Polisi Hutan yang bertugas menjaga gua tersebut, Selasa (8/5/2018).

Baca juga : Di Festival Kuwung, Ada Sendratari Kolosal Cerita Sejarah Banyuwangi

Menurut Rino, goa ini hanya ramai saat petik laut diselenggarakan nelayan Muncar, karena selain masyarakat melihat prosesi ritual di makam ‘Mbah Agung Kalong’ warga juga menyempatkan berkunjung ke gua ini.

Rumornya, imbuh Rino, Pemerintah Banyuwangi berencana menjadikan Gua Jepang sebagai salah satu destinasi wisata bersejarah yang ada di Kecamatam Muncar.

Eka Widiyaningsih (21) salah satu pengunjung asal Dusun Kutorejo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, merasa terkesan dan takjub selama menelusuri Gua Jepang tersebut. Selain bau menyengat sisa kotoran kelelawar juga takjub dengan kondisi di dalam gua yang banyak lorong-lorong dan ruangan berbentuk kamar.

“Perjalanannya sangat melelahkan, tapi lelah seketika terbayar lunas ketika takjub melihat pemandangan serta kondisi di dalam gua,” ujar Eka.

Reporter : Fattahur

Editor : Suwongko/Coi/Choiri

banner 468x60)

#Banyuwangi #Semenanjung Sembulungan #Taman Nasional Alas PUrwo #Wisata Sejarah

Author: 
    author

    Related Post

    banner 468x60)

    Leave a reply