Saturday, August 8, 2020
Home HOT NEWS Corona Trenggalek Bertambah 3 Orang yang Terinfeksi, Total 35 Kasus

Corona Trenggalek Bertambah 3 Orang yang Terinfeksi, Total 35 Kasus

KABAR RAKYAT – Perkembangan kasus pasien positif Covid 19 di Kabupaten Trenggalek, hari ini bertambah 3 kasus, menjadi 35 kasus.

Kabar itu, disampaikan oleh Juru Bicara Penanganan Percepatan Covid 19 di Kabupaten Trenggalek, dr. Murti Rukiyandari di gedung smart center, Jum’at (10/7/2020).

Menurut dr. Murti Pasien ke 33 adalah laki-laki berusia 50 tahun dari Desa Sukorejo Kecamatan Tugu. Pasien ini bekerja di pabrik tahu di Kota Ambon Maluku dan tinggal serumah bersama istri dan 1 orang anaknya.

Tanggal 19 Juni lalu Pasien 33 berencana pulang ke Trenggalek dan melakukan Rapid Tes mandiri di Kota Ambon dengan hasil Non Reaktif. Esoknya pulang dari Ambon menggunakan pesawat tujuan Bandar Udara Juanda, Surabaya. Dari Bandara, pasien melanjutkan perjalanan ke Trenggalek menggunakan travel bersama 7 orang lainnya, yaitu 6 orang dari Kecamatan Tugu dan 1 orang dari Kecamatan Karangan.

Tanggal 21 Juni Tim Puskesmas Tugu bersama Satgas Desa Sukorejo melakukan traching di rumah pasien 33 dan disarankan untuk melakukam Isolasi Mandiri. Tanggal 1 Juli, tim Puskesmas Tugu melakukan pemeriksaan Rapid Tes yang kedua dan hasil nya tetap reaktif. Pemeriksaan Rapid Test kepada yang bersangkutan ini dilakukan karena teman 1 travel dengannya reaktif Rapid Test

Tanggal 3 Juli, Pasien 33 dibawa ke RS untuk pengambilan Swab Test dan tanggal 8 Juli hasil Swab keluar dan hasilnya positif Covid 19. Dari hasil Tracing yang dilakukan, ditemukan 6 orang kontak erat yg terdiri dari istri, 1 orang anak, ibu, kakak dan 2 orang keponakan yang telah dilakukan pemeriksaan Rapid Tes, dengan Hasil Non Reaktif semuanya.

[the_ad id=”29596″]

Dapat disimpul sementara pasien ini, kemungkinan terpapar Covid saat perjalanan dari Ambon ke Trenggalek. Tambahan pasien ke 2 yang selanjutnya disebut Pasien 34, adalah seorang laki-laki, berusia 56 tahun asal Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek.

Pasien ini berprofesi sebagai sopir di Sidoarjo. Selama pemberlakuan PSBB pasien ini tidak pulang ke Trenggalek selam 3 bulan. Pasien 34 melakukan perjalanan pulang dari Sidoarjo ke Trenggalek mengendarai mobil pribadi.

Tanggal 20 Juni, perawat dan bidan desa tempat tinggal pasien, melakukan kunjungan rumah pasien tersebut, untuk dilakukan pemeriksaan dan edukasi isolasi mandiri Pasien 34 dan keluarga. Tanggal 3 Juli Pasien 34 berobat ke dokter praktek dengan keluhan demam dan pusing selama 6 hari dan disarankan untuk melakukan pemeriksaan laboratorium.

Besoknya keluarga membawa Pasien 34 ke rumah sakit swasta, karena merasa gemetar bila minum obat dari dokter. Dari rumah sakit ini pasien dirujuk ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek. Tanggal 5 Juli dilakukan Rapid Test dan hasilnya Reaktif. Selang sehari langsung dilakukan Swab Test, tanggal 8 Juli hasil Swab keluar dan hasilnya terkonfirmasi Positif Covid-19.

[the_ad id=”29596″]

Dari hasil Tracing yang dilakukan diketemukan 5 orang kontak erat. Mulai dari isteri, 3 orang anak dan 1 orang menantu. Semuanya hasil Rapid Testnya Non Reaktif. Kesimpulan sementara pasien ini terpapar dari Sidoarjo

Sementara itu untuk tambahan pasien ke-3 yang selanjutnya disebut Pasien 35, berjenis kelamin laki-laki berusia 37 tahun, asal Kelurahan Kelutan Kecamatan Trenggalek. Pasien ini sehari-hari bekerja di bengkel dinamo mobil milik kakaknya yg ada di Pasuruan.

Tanggal 4 Juli mengeluhkan nafsu makan menurun, lemas sesak dan kadang-kadang batuk. Dua hari kemudian dibawa ke dokter keluarga dan disarankan opname namun tidak mau dan akhirnya diberikan obat jalan.

7 Juli Pasien ini diantar pulang oleh kakak pasien pemilik bengkel dan kakak iparnya yang juga bekerja di bengkel bersama dengan istri dan 1 orang anaknya menggunakan mobil pribadi. Selanjutnya dibawa ke sebuah klinik swasta dan berdasarkan pengkajian pasien merupakan ODP sehingga oleh klinik dilaporkan ke Puskesmas Trenggalek untuk dilakukan tindak lanjut.

Dilakukan pemeriksaan Rapid Tes oleh Puskesmas Trenggalek dan hasilnya Reaktif. Pasien ini kemudian dirujuk ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek. 8 Juli dilakukan pengambilan Swab Test dan beberapa hari kemudian hasilnya keluar dan dinyatakan terkonfirmasi Positif Covid-19.

Dari hasil tracing yg dilakukan ditemukan 9 orang kontak erat mulai dari istri, 1 orang anak, ayah, kakak ipar, 3 orang kakak dan 2 orang keponakan dan kesemua kontak erat kecuali kakak pasien pemilik bengkel yang sudah kembali ke Pasuruan non reaktif Rapid Test. Pasien ini diindikasi terpapar atau tertular virus dari Pasuruan.

Untuk saat ini, pasien 33 dan 34 dirawat di Isolasi di Asrama Covid-1 BKD sedangkan Pasien 35 dilakukan perawatan di RSUD dr. Soedomo Trenggalek.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER