Cuaca Ekstream di Probolinggo Mengakibatkan Banjir, Satu Orang Tewas Tersambar Petir

  • Whatsapp
Suasana banjir di Dringu, Kabupaten Probolinggo, Kamis malam (28/5/2020). Ft. Arief

KABAR RAKYAT – Cuaca ekstream yang terjadi di wilayah Probolinggo sudah diprediksikan sebelumnya oleh BPBD Kabupaten Probolinggo sejak Kamis pagi (28/5 /2020). Dilaporkan sepanjang 12 jam telah terjadi hujan deras disertai angin melanda Probolinggo mengakibatkan Banjir.

Adanya Cuaca ekstream sudah disampaikan dini oleh BPBD berdasarkan pantau cuaca BMKG mulai Kamis (28/5/2020) hingga tiga hari ke depan.

Read More

Seperti dilaporkan pihak BPBD Kabupaten Probolinggo , telah terjadi hujan lebat diserati angin mengakibatkan jaringan PLN terputus . Tiang PLN roboh terjadi di Desa Sepuh Gembol,Kecamatan Wonomerto.

Sementara Seorang warga tewas atas nama Subhana (52), alamat Desa Temenggungan, Kecamatan Krejengan akibat tersambar petir. Hujan deras juga membuat luapan sungai di Kecamatan Dringu meluap hingaa menyebabkan beberapa Desa mengalami banjir. Demikian juga di Kecamatan Pajarakan banjir juga menyebabkan perkampungan hingga Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong terendam air sungai.

Kepala Pelaksana BPBD Ir.Anggit Hermanuadi menyebutkan, kawasan jalan raya Pantura di Dringu pun terjadi kemacetan panjang akibat air Kedung Galeng meluap hingga mengganggu arus lalulintas.

” Cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung hingga Sabtu depan berdasarkan pengamatan BMKG Juanda. Masyarakat diharapkan waspada menghadapi perubahan cuaca yang cenderung tidak bersahabat. Khususnya di kawasan lereng gunung, kawasan bantaran sungai, hujan disertai petir dimungkinkan terjadi”, beber Anggit mengingatkan masyarakat atas kondisi cuaca ekstream.

BPBD Kabupaten Probolinggo masih melakukan essement terhadap kawasan terdampak bencana banjir dan satu korban tewas akibat tersambar petir.

” Ada warga tewas akibat tersambar petir ketika menanam tembakau di Desa Temenggungan, Krejengan. Sementara data lain tiang PLN roboh akibat hujam deras dan angin di Wonomerto. Semua sudah ditangani Tim reaksi cepat di lapangan termasuk petugas PLN. Kami minta warga tetap waspada jika cuaca buruk, tetap di rumah dan koordinasi dengan perangkat Desa atau kepala Desa bila ada kejadian serius,” pinta Anggit Hermabuadi.

Sampai berita ini ditulis air sungai mulai surut dan luapan air di perkampungan maupun di jalan raya terus menurun.***

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *