Dagang Bendera Dari Bandung ke Banyuwangi Demi Hidupi Istri dan 13 Anaknya

  • Whatsapp
Pedagang bendera
Nana Permana, umur 50 tahun, asal Kab. Bandung, Jawa Barat

KabarRakyat.ID – Nana Permana (50) pedagang bendera asal Bandung, Jawa Barat mengaku datang ke Banyuwangi hampir setiap tahun, mencari rejeki di momen Kemerdekaan Republik Indonesia tiba. Semua itu, ia lakukan demi untuk mencukupi kebutuhan dapur dan menghidupi istri dan 13 anaknya.

“Mungkin bakal tidak percaya jika saya punya anak banyak. Tapi memang itu faktanya, 13 putra putri saya. 7 dan 3 pasang anak kembar,” kata Nana.

Read More

Nana Permana menceritakan, ia tiba di Banyuwangi sejak 25 Juli lalu bersama 20 orang rekannya. Di Banyuwangi, mereka menjual bendera secara terpencar.

“Saya datang ke Banyuwangi hampir setiap tahun. Saya berjualan bendera di Banyuwangi setiap tanggal 25 Juli hingga 17 Agustus sejak tahun 2008 silam,” Kata Nana saat ditemui di lapak berdagang, samping Kantor DPRD.

Awalnya, kata Nana, dapat informasi peluang usaha jual bendera di Banyuwangi dari temannya. Karena kala itu tidak banyak yang jual pernak-pernik HUT Kemerdekaan RI, seperti bendera merah putih.

“Akhirnya, saya coba mencari peruntungan di Banyuwangi. Awal ke Banyuwangi pernah hanya ditemani istri dan seorang anak saya. Jadi bertiga saja pada waktu itu,” ujarnya.

Lapak dagangan bendera merah putih di samping gedung DPRD Banyuwangi, ia buka tiap hari pukul 07:00 hingga 16:00 WIB. Hampir setiap tahun, dagangannya laris manis.

“Dari Bandung saya bawa 3 karung berisi bendera dengan berbagai macam motif dan ukuran. Alhamdulillah, jualan saya laris. Saya bisa bawa pulang sekitar Rp. 20-40 juta hasil berjualan bendera,” ungkapnya.

“Saya senang berjualan di Banyuwangi, warganya ramah-ramah,” lontarnya.

Nana menyebut, ia dan rekan-rekannya menyewa kos selama sebulan di Banyuwangi. “Kami disini kos selama sebulan. Beberapa hari lagi kami pulang ke kampung halaman untuk melanjutkan kerja dan keseharian di Bandung,” ucap Nana.

Ia menambahkan, tahun depan, saat menjelang 17 Agustus, dia bersama teman-temannya akan datang kembali jual bendera merah putih di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.

Nana mengaku tetap merasa nyaman, meski tidak ada tempat khusus untuk menjual bendera di Banyuwangi.

“Tidak apa-apa. Yang namanya mencari rejeki, harus bisa adaptasi. Yang penting bisa jualan dan barangnya laku. Tempat jual tidak jadi soal bagi saya,” pungkasnya.

Reporter : Fattahur

Editor : Setiawan



Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *