Dam Blambangan Bawa Berkah Pertanian Dan Banjir

  • Whatsapp
Bendung Blambangan alias Dam Blambangan (1)
Foto tampak atas. Bendung Blambangan atau Dam Blambangan dan bangunan Kantor Pengairan Srono. Ft. Choiri / Kabar Rakyat ID

KabarRakyat.ID – Bendung atau Dam Blambangan, Srono selain bawa berkah bagi pertanian. Namun juga pernah bawa petaka banjir, nyaris menenggelamkan lantai rumah warga sekitar, hingga ke jalan penghubung dua kecamatan Srono – Muncar, Banyuwangi.

Saat itu, kata sumber KabarRakyat.ID, musim penghujan. Air begitu cepat meluap setelah 9 sungai yang mengalir ke Dam Blambangan mengalir deras.

Read More

” Sekitar tahun 2001, peristiwa banjir terjadi,” ungkapnya.

Menurut orang tua saya, masih kata sumber KabarRakyat.ID, karyawan honorer. Saat banjir datang, pintu air bendungan atau Dam Blambangan tidak berfungsi. Dibuka manual tak mampu. Satu- satunya jalan menunggu air surut.

Bendung Blambangan alias Dam Blambangan (2)
Rantai penggerak pintu air Dam Blambangan, Srono. Ft. Choiri / Kabar Rakyat ID

Entah berapa rumah warga yang jadi korban,  kerusakan ataupun barang hilang.

Sekarang, Bendungan Blambangan sudah memiliki rumah diesel penggerak listrik. Tinggal menyalakan untuk membuka pintu air. Bisa dilihat jika pembaca datang melihat Dam Blambangan rantainya begitu besar dan kuat. Terbuat dari baja pilihan, diperkirakan usianya sama dengan tahun berdirinya Dam Blambangan.

Bangunan Kantor Pengairan Srono, tempat berkantor sejumlah staf PNS dan puluhan karyawan honorer, juga peninggalan penjajah Belanda masih terjaga dan difungsikan. Struktur bangunan bernilai sejarah itupun tidak jauh beda dengan bangunan-bangunan belanda yang kini ada. Mirip gedung militer Belanda yang kini ada.

Bendung Blambangan alias Dam Blambangan (3)
Tangga menuju tuas penggerak pintu air Dam Blambangan. Ft. Choiri / Kabar Rakyat ID

Informasi dihimpun dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan Banyuwangi, banyak aset sejarah irigasi pengiaran persawahan peninggalan Belanda. Semua, menurut staf terjaga, meski disana-sini ada yang rapuh dimakan usia.

Sekretaris DPU Pengairan, Reza Alfarobi, saat dihubungi KabarRakyat.ID belum bisa diwawancara, karena sedang mengikuti kegiatan dinas di luar Banyuwangi. (bersambung)

Reporter: Choiri

Editor: Richard


REDAKSI

  • PEMBACA KabarRakyat.ID, BISA MENGIRIMKAN TULISAN TENTANG SEJARAH/MISTIK/PENGALAMAN UNIK.
  • (Kirimkan identitas diri. Tulisan tidak mengandung SARA. Redaksi berhak melakukan editing)   


Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *