DAS Kalilo dan Drainase Kurang Maksimal Pemicu Banjir Banyuwangi Kota

  • Whatsapp
Ir. H. GUNTUR PRIAMBODO
Ir. H. GUNTUR PRIAMBODO

KabarRakyat.ID – Beberapa hari terkahir terjadi hujan dengan intensitas yang cukup tinggi hingga menyebabkan beberapa titik di wilayah Kabupaten Banyuwangi mengalami banjir.

Yang terbaru, pada Senin (9/3/2020) hujan lebat mengguyur Kota Banyuwangi dan sekitarnya selama kurang lebih lima jam, sehingga menyebabkan beberapa rumah warga di bantaran Sungai Kalilo tergenang air setinggi lutut orang dewasa.

Wilayah terdampak banjir lainnya yakni, Kelurahan Kepatihan, Kelurahan Tukangkayu, Kelurahan Karangrejo dan Kelurahan Sobo.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Guntur Priambodo menyebutkan, ada dua persoalan yang hingga kini belum terselesaikan, yakni soal Das Kalilo dan saluran drainase yang kurang optimal.

Guntur menjelaskan, di Sungai Kalilo sendiri terdapat sedimentasi yang cukup parah di muara kalilo yang seharusnya segera segera dilakukan normalisasi. Karena disitu, kata Guntur, terdapat beberapa tanaman mangrove yang menyebabkan pendangkalan. Dan pendangkalan itu sudah sedemikian parah, sehingga tinggi muka tanah dasar dengan tanggul tinggal sekitar satu meter.

Dengan demikian, menurutnya, ketika curah hujan yang terjadi mulai siang hingga sore hari kemarin, debit airnya diperkiran 400 meter kubik perdetik itu tumpah.

“Jadi kemarin itu tidak sampai banjir rob, hanya saja debit air yang tinggi karena persoalan yang ada di muara Sungai Kalilo,” jelas Guntur, Selasa (10/3/2020).

Kemudian, lanjut Guntur, persoalan mengenai drainase di beberapa titik Banyuwangi kota yang perlu direvitalisasi serta peningkatan fungsi operasinal dan pemeliharaan.

“Artinya ketika menjelang musim penghujan, seluruh drainase, sedimen, dan walet-waletnya harus diangkat. Sehingga ketika hujan turun, bisa tertampung di saluran drainase,” ujar Guntur yang juga menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi.

Guntur menambahkan, beberapa titik sungai di wilayah Banyuwangi selatan sudah dilakukan normalisasi secara rutin dan bahkan di beberapa titik disiapkan alat berat, seperti daerah aliran sungai (DAS) Binau yang sebelumnya sempat meluap dan menyebabkan banjir cukup parah hingga merendam sejumlah rumah warga di Kecamatan Songgon hingga Kecamatan Singojuruh.

“Kita juga hindari semaksimal mungkin terjadinya human error. Untuk itu diharapkan seluruh petugas pengairan bisa siaga satu, terutama petugas penjaga pintu air jangan sampai telat membuka pintu air,” harapnya.

Reporter : Fattahur

Editor : Choiri

Related posts

banner 645x400
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *