Warga Penerima BPNT Dipangkas Pusat, Kades Sraten ‘Panik’ Minta Solusi

  • Whatsapp

Kepala Desa Sraten H. Rahman Mulyadi dihadapan warga penerima BPNT.

KABAR RAKYAT – Pemerintah Desa Sraten, Kabupaten Banyuwangi mengundang 141 orang penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang dipangkas oleh pemerintah pusat, Kamis (21/1/2021).

Kepala Desa Sraten H. Rahman Mulyadi menjelaskan pada masyarakat terkait pemangkasan nama-nama penerima BPNT dari pemerintah. Apalagi situasi pengurangan jumlah penerima BPNT di Desa Mangi, masih ditengah pandemi Covid-19.

Padahal pemerintan desa, kata Rahman, sudah melakukan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) untuk tahap verifikasi dan validasi penerima BLT DD.

“Mewakili masyarakat juga pemerintah desa, Kami berharap kepada pemerintah pusat dan dinas terkat di pemda perhatian dan mencari solusinya,” tegas Ramman.

Warga Desa Mangir Penerima BPNT dari pemerintah di Balai Desa

Ditegaskan Rahman, tentang data para warga penerima bantuan, lebih paham pemerintah desa. Terjadi pengurangan data pemerima BPNT, akan berpengaruh dan pasti terjadi komplain dari masyarakat.

“Dari 141 orang penerima BPNT ini, tidak mungkin masuk data penerima BLT DD. Karena mereka memiliki kartu KKS dan PKH,” tegas Rahman.

Maka dari itu, lanjut Rahman, warga masyarakat penerima di undang ke Balai Desa Mangir, agar pemerintah desa tidak dibenturkan. “Jadi mohon jangan asal cabut. Harus ada solusi terkait masalah pengurangan data tersebut,” jelasnya.

Dalam undangan pemerintah desa itu juga menghadirkan Anggota DPRD Banyuwangi Inayati dari Fraksi PKB yang kebetulan warga Sraten, Cluring.

Terkait masalah itu, Ina sapaan akrabnya berjanji akan menyampaikan keluhan ke instansi terkait, Dinas Sosial Kabupaten Banyuwangi.***

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *