Saturday, October 24, 2020
Home JATIM BANYUWANGI Di Banyuwangi Tidak Pakai Masker Ancaman Sanksi Denda atau 3 Hari Penjara

Di Banyuwangi Tidak Pakai Masker Ancaman Sanksi Denda atau 3 Hari Penjara

REPORTERRichard
- Advertisement -

KABAR RAKYAT – Sedikitnya 10 warga di Banyuwangi terjaring operasi penegakan protokol kesehatan yang digelar oleh Kapolresta Banyuwangi bersama Muspida, Senin (14/9)2020).

Operasi penegakan protokol kesehatan menyusul diberlakukan Perda NO. 2 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan ketentraman ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.

Pemerintah daerah Kabupaten Banyuwangi bersama TNI/ Polri, Kejaksaan dan Pengadilan Negeri mulai menerapkan aturan terkait penegakan hukum protokol kesehatan. Langkah hukum ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Baca: Andri Ibo Bek Persik Kediri Terpapar Covid-19, Presiden Klub Pastikan Ibo Sehat di Karantina

Seperti yang dilakukan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Polresta Banyuwangi didukung TNI, Pemkab , Kejaksaan dan Pengadilan Negeri menggelar operasi wajib masker di depan pendopo Kabupaten Banyuwangi.

Para pelanggar langsung dikenakan sanksi melalui proses sidang di tempat. Mereka selain diwajibkan membayar denda Rp.30 ribu maksimal 250 ribu. Termasuk ancaman subsider hukuman kurungan selama 3 hari jika tetap nekat melanggar tidak memakai masker.

Kapolresta Banyuwangi Kombes.Pol.Arman Asmara Syarifuddin menegaskan, sebagaimana Surat Telegram Kapolda Jatim nomor : ST/1584/IX/OPS.2./2020 tanggal 11 September 2020 tentang pelaksanaan Ops Yustisi Penggunaan Masker.

Baca: Positif COVID-19 Meningkat, Pelonggaran Aktifitas Masyarakat Bakal Diperketat

” Operasi ini bagian penting dari langkah pemerintah Jawa Timur dalam percepatan penanganan penyebaran Covid -19. Wajib masker sangat penting dalan memutus penyebaran virus corona selain budaya cuci tangan”, tegas Kombes. Pol. Arman Asmara Syarifuddin, Senin (14/9/2020).

Pengenaan sanksi denda menurut Arman Asmara agar ada efek jera bagi pelanggar protokol kesehatan. Hal ini dilakukan lantaran kesadaran masyarakat menggunakan masker masih rendah. Tindakan hukum akan ditegakan bagi warga yang tidak memakai masker di tempat umum.

” Angka penularan virus Corona masih tinggi salah satu penyebabnya belum sadarnya masyarakat terhadap budaya protokol kesehatan. Ancaman virus corona itu nyata dan siapa pun bisa berisiko tertular. Saya meminta warga Banyuwamgi sadar dan sama -sama membantu memutus penyebaran virus”, tandas Kombes. Pol. Arman Asmara.

Baca: Paparkan Progres SAKIP Reformasi Birokrasi, Gubernur Khofifah Diapresiasi Evaluator Kemenpan RB

Kegiatan operasi yustisi penggunaan masker bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, meminta semua pihak bisa memahami besarnya ancaman covid -19.

Tidak hanya ancaman nyawa melayang bagi yang terpapar virus. Namun, dampak virus Covid -19 memukul perekonomian nasional.

” Kita berkomitmen kuat untuk secepatnya memutus penyebaran Covid -19 bersama semua komponen. Protokol kesehatan khususnya masker menjadi wajib digunakan. Bagi pelanggar dikenakan sanksi adminitrasi nanti kedepan ancaman denda lebih tinggi agar masyarakat benar-benar sadar atas resiko penularan covid -19,” kata Abdullah Azwar Anas.

Baca: Satu Paslon Bupati Trenggalek Terpapar COVID-19, Tidak Menggugurkan

Penegakan protokol kesehatan tidak hanya berlaku perorangan. Namun di Jawa Timur juga menyasar instasi, perusahaan yang tidak menerapkan ketentuan ini. Sesuai perda Provindi Jatim no..2 tahun 2020 jumlah sanksi adminitrasi mulai Rp. 250 ribu hingga lebih bagi perusahaan.

” Saya mengajak masyarakat Banyuwangi wajib masker dimana saja. Tetap beraktifitas normal namun mengedepankan protokol kesehatan”, tegas Bupati Abdullah Azwar Anas.

Dalam operasi yustisi kali ini ada 10 orang terjaring. Enam orang diantaranya diwajibkan membayar denda Rp. 30 ribu lantaran tidak membawa masker. Sementara 3 orang di sanksi teguran lantaran membawa masker tapi tidak digunakan secara benar.***

EDITORChoiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca