Sabtu, November 28, 2020
Beranda JATIM BANYUWANGI Diberi Fasilitas, Gedung Diklat ASN Licin dijadikan Karantina Pasien OTG

Diberi Fasilitas, Gedung Diklat ASN Licin dijadikan Karantina Pasien OTG

REPORTERHariyadi

KABAR RAKYAT – Untuk mencegah penyebaran COVID-19, pasien positif tanpa gejala dikarantina terpusat di Gedung Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada di Desa Tamansari, Kecamatan Licin. Untuk menghilangkan kebosanan selama menjalani masa isolasi, Satgas COVID-19 Banyuwangi melengkapi Gedung Diklat tersebut dengan berbagai fasilitas.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Banyuwangi, dr. Widji Lestariono mengatakan, sejauh ini sudah ada 19 pasien OTG yang menjalani isolasi di Gedung Diklat ASN. Dimana dua orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.

Menurut Rio, saat menjalani masa isolasi tentu pasien OTG harus dalam keadaan fresh, baik kondisi tubuhnya maupun pikirannya. Oleh sebab itulah, ada sejumlah fasilitas yang disiapkan oleh Satgas untuk memanjakan pasien OTG. Mulai dari fasilitas olahraga, Wi-FI, dan lain sebagainya.

“Subuh kita bangunkan untuk salat bersama. Kemudian jam 6 pagi sarapan, dilanjutkan senam di halaman mulai jam 7 sampai setengah 8 agar mereka terkena sinar matahari. Saat sore hari, kita siapkan kegiatan olahraga, mulai dari bola plastik dan juga tenis meja,” ucap dr. Rio saat dikonfirmasi, Selasa 6 Oktober 2020.

Saat pasien beraktifitas inilah, kamar isolasi dibersihkan dan disemprot disinfektan oleh petugas. Sehingga saat mereka kembali ke kamar untuk menjalani isolasi, ruangan sudah dalam kondisi steril.

“Usai senam pagi, pasien kembali ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri. Di dalam kamar sudah kita sediakan televisi, Wi-fi, dispenser dan kompor untuk membuat teh, kopi, maupun mie,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Satgas COVID-19 juga berencana mengundang pemusik jalanan untuk memberi hiburan kepada pasien dua kali dalam seminggu.

“Rencananya kita akan bekerjasama dengan Dinas Pariwisata mengundang pemusik jalanan. Juga untuk menggelar pengajian setiap malam jumat. Ini masih kita kaji. Intinya kita ingin pasien selama menjalani isolasi dalam kondisi bahagia,” ucapnya.

Rio menambahkan, dalam setiap aktifitas yang dilakukan pasien OTG diberlakukan protokol kesehatan ketat, termasuk seluruh petugas yang berjaga di sana. Hal ini bertujuan agar mereka tidak menjadi sumber penularan baru COVID-19.

Selain itu, mereka tidak diperkenankan meninggalkan lokasi karantina sebelum dinyatakan sembuh. Masyarakat luar juga dilarang keras untuk memasuki lokasi karantina.

“Gedung Diklat dijaga ketat oleh petugas gabungan dari TNI-Polri, BPBD, dan tenaga kesehatan. Pasien tidak boleh keluar dari lokasi karantina, dan sebaliknya masyarakat dilarang masuk ke dalam,” tegasnya.

Dengan penjagaan dan pemberlakuan protokol kesehatan ketat, masyarakat sekitar diimbau agar tidak khawatir tertular COVID-19 dari pasien OTG yang menjalani karantina di Gedung Diklat PNS.

“Penularan COVID-19 ini kan melalui droplet atau percikan air saat orang berbicara atau bersin. Jarak percikan tersebut satu sampai 1,5 meter. Selama masyarakat tidak masuk ke area karantina, pasti tidak akan tertular,” pungkas dr Rio yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi ini.

EDITORSetiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca