Dikantor Polisi, Pemuda Temenggungan Mengaku Cabuli Bocah

  • Whatsapp
Pencabulan ilustrasi
Pencabulan ilustrasi

PROBOLINGGO – Entah setan mana yang membuat seorang pemuda ini tega memperkosa bocah berusia 6 tahun yang tidak lain putri tetangganya.  Ahmad Muzamil (22) warga Desa Temenggungan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, ditetapkan sebagai tersangka kasus kejahatan terhadap anak, Senin (13/11).

Sungguh malang nasib bocah, inisial Ni (6) ini. Bocah polos ini tidak menduga akan jadi korban kekerasan seksual.  Terungkapnya kasus ini diketahui oleh ibu korban. Pasalnya, setelah Dia  bermain, mendadak mengeluh dan menangis. Begitu ditanya oleh ibunya, Ni menceritakan telah digagahi oleh Ahmad Muzamil.

Mendengar cerita putrinya kontan sang ibu ini marah dan memilih melapor ke Polsek Krejengan. Lantaran kasus dibawah umur kasus ini dilimpahkan ke   Unit Pelayanan Perempuan dan anak (PPA) Polres Probolinggo.

Bripka Isyana Reny Antasari, Kanit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Satreskrim Polres Probolinggo, membenarkan terkait kasus dugaan pemerkosaan oleh pelaku terhadap korban Ni.

“Diungkapkan oleh pelapor (orang tua korban),  jika putrinya menjadi korban pemerkosaan pemuda tetangganya. Dalam pengakuan korban saat bermain ia diajak pelaku ke rumah Kholik(17) tidak jauh dari rumahnya. Pelaku setelah merayu memaksa korban masuk ke kamar rumah Kholik dan terjadilah pemerkosaan tersebut,” ungkap Bripka Isyana Reny Antasari.

Dugaan pemerkosaan ini dikuatkan oleh hasil visum dokter RSUD Waluyo Jati Kraksaan bahwa ada indikasi positip terjadinya kekerasan seksual terhadap korban.

Ahmad Muzamil akhirnya ditahan atas dasar laporan orang tua koran.

Dihadap penyidik Ahmad Muzamil sempat berkelit jika dirinya melakukan perbuatan tidak senonoh itu. Berulang kali, pelaku ini membantah. Namun, berkat kesabaran penyidik Muzamil alhirnya mengakui.

” Maaf saya khilaf dan gelap mata,” kata Ahmad Muzamil dalam pengakuanya, Senin (13/11).

Pengakuan ini dijadikan landasan polisi untuk menetapakan tersangka dalam kasus tindak pidana kekerasan terhadap anak dibawah umur. Tersangka kenakan pasal Pasal 76 D Jo 81 UU nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,  dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara.

Reporter: Richard

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *