Jumat, November 27, 2020
Beranda TOKOH Dikunjungi Dankomar Kesehatan Saksi Sejarah Revolusi di Lubang Buaya Membaik

Dikunjungi Dankomar Kesehatan Saksi Sejarah Revolusi di Lubang Buaya Membaik

REPORTERJaenudin

KABAR RAKYAT – Kondisi pengangkat jenazah pahlawan revolusi di Lubang Buaya, Pelda KKO-AL (Pur) Evert Julius Ven Kandou kondisinya semakin membaik. Ven Kandou yang sakit sejak Februari 2020, terus menjalani terapi di salah satu rumah sakit swasta di Banyuwangi.

Meski masih berbaring di tempat tidur, Ven Kandau masih bisa berkomunikasi dengan baik dengan Komandan Korps Marinir (Dankomar) Mayor Jenderal (Mar) Suhartono, saat mengunjungi di rumahnya, di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi rabo (12/8/2020).

“Ada keluhan apa pak saat ini?” tanya Mayjend Suhartono kepada Ven Kandou.

Dengan tegas, Ven Kandau hanya menjawab kondisinya membaik. “Sudah tidak ada keluhan lagi. Hanya nyeri di kaki sebelah kanan,” jawab Ven Kandou tegas.

Laksmarion Mol Kandau, anak dari Ven Kandou mengatakan, setelah terapi di rumah sakit swasta, kondisi ayahnya semakin membaik. Kedua tangan dan kaki kiri sudah bisa bergerak. Sementara kaki kanan masih terus dilakukan terapi.

“Untuk syaraf yang kecepit di punggung juga agak mendingan. Papa (Ven Kandou) sudah tidak merasa sakit,” tambahnya.

Kedatangan para petinggi TNI dan Polri menjenguk dirinya, kata Laksmarion, memberikan semangat Ven Kandou untuk kembali pulih.

“Tentu ini memberikan semangat kepada papa untuk sembuh. Bahkan kedatangan Dankormar ini papa berusaha untuk duduk. Tapi karena kita khawatir akhirnya kita minta duduk saja,” pungkasnya.

Sementara itu, Dankomar Mayor Jenderal (Mar) Suhartono mengaku sengaja datang ke rumah Ven Kandau untuk anjangsana kepada senior Koprs Marinir.

Apalagi Ven Kandau sebagai pelaku sejarah pengangkat jenazah pahlawan revolusi di Lubang Buaya.

“Beliau adalah pelaku sejarah. Bersama Kapten Winanto membawa 9 personel yang saat ini tinggal dua yang masih hidup. Ini merupakan pembinaan tradisi di Marinir,” ujar jenderal TNI berangkat dua bintang di pundak ini.

Saat ini, kata Suhartono, pihaknya memerintahkan Lanal Banyuwangi dan Puslatpur Karangtekok untuk memantau langsung kondisi Ven Kandou. Termasuk juga mensiagakan tenaga kesehatan dan ambulans khusus untuk digunakan mengantar terapi di rumah sakit.

“Karena beliau adalah pelaku sejarah, kita terus pantau dan melayani dengan baik. Saya perintahkan Danlanal Banyuwangi dan Puslatpur Karangtekok untuk memberikan yang terbaik untuk bapak Ven Kandou,” pungkasnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca