Dinas Pariwisata: Tidak Ada Penggusuran Pedagang di Wisata GWD

209 views
Wisata

Foto: Wisata Grand Watu Dodol di Desa Bangsirng Wongsorejo, ditutup ada perbaikan (dok)

KABARRAKYAT.ID – Tidak ada penggusuran 4 (empat) orang pengelola warung di area Food Court di area wisata Grand New Watudodol (GWD). Pernyataan itu, tegas disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi, M. Yanuar Bramuda, dihubungi wartawan di Banyuwangi, Sabtu (19/1/2019), menjawab aksi solidaritas 23 orang tenaga harian lepas (THL) wisata GWD yang sedang mogok kerja, perhari ini.

” Saya kadisnya saja nggak punya keinginan mengeluarkan. Itu data masih saya pelajari. Jadi tidak ada itu,” kata Bramuda.

Di kawasan wisata GWD ada 33 pengelola food court, 4 pengelola diantaranya hendak dikeluarkan terdengar oleh 23 THL yang kesemuanya berasal dari kawasan sekitar wisata GWD.

Bramuda berharap, para THL itu tidak mudah mendengarkan informasi sepihak dari staf. Karena sebaiknya langsung bertanya kepadanya secara langsung. “Tanya saya langsung, jangan pada staf,” pungkas Bramuda.

Dipastikan Bramuda, pihak Disbudpar Kabupaten Banyuwangi tidak akan menggusur pedagang. Pihaknya akan melakukan pembinaan sebagai upaya mengoptimalkan pedagang dikawasan pariwisata. Namun dirinya membenarkan sedang menyelidiki informasi kepemilikan warung lebih dari satu.

Baca juga:

“Ada satu pedagang punya dua warung. Dan jika benar maka ini yang dinamakan tidak benar. Bukan menggusur. Pedagang lama saja kita buatkan tempat layak. Kita nggak ada pikiran untuk menggusur,” urainya.

Versi Abdul Azis, lembaran yang memuat 33 nama itu diterima sewaktu rapat antara Pokdarwis Pesona Bahari dengan Disbudpar, Jumat (18/1/2019). Lembaran itu dikeluarkan oleh salah satu staf Disbudpar.

“Waktu rapat Pak Kadis ada. Lha pas pembahasan soal pengelola warung Pak Bram pamit. Pemahaman saya namanya pimpinan jelas tahu. Apalagi sempat bilang silahkan rapatnya dilanjutkan bersama para staf,” beber Ketua Pokdarwis Pesona Bahari.

Menurut Azis, empat nama pengelola warung yang hendak dikeluarkan dari GWD masing – masing Uul Masulah, Debbi Endah Palupi, Haji Amir Mahmud dan Asira. Sampai rapat berakhir pihak Disbudpar kukuh untuk mengeluarkan mereka.

“Katanya mereka orang luar Bangsring. Alasan lain karena warungnya kumuh. Tentu saja rencana itu kita tolak. Saya tidak mau dibenturkan dengan warga yang sama cari makan di GWD,” pungkasnya.

Reporter: DN/Coi/Choiri

Editor: Richad

#Dinas Pariwisata Banyuwangi #THL Mogok #Wisata GWD

Author: 
    author

    Related Post

    banner 800x600)

    Leave a reply