Dinas SDA Propinsi Jatim Kirim Alat Berat Pasca Banjir Andung Biru

209 views
banner 468x60)

Foto : Kondisi Banjir di Andung Biru, Tiris, Probolinggo, 10 Desember 2018 lalu (dok).

KABARRKAYAT. ID – Dinas Sumber Daya Alam (SDA)  Provinsi Jawa Timur terus melakukan upaya perbaikan infrastruktur di lokasi banjir Desa Andung Biru, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Langkah Pemprov Jatim sebagai upaya lanjutan penanganan pasca banjir yang terjadi 10 Desember 2018 lalu.

Rapat koordinasi penanganan bencana pasca banjir di Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Banyuwangi, dilakukan Dinas SDA Provinsi Jawa Timur, Bakorwil Jember bersama, BPBD dan BAPPEDA, di Surabaya, Selasa (19/2/2019). Rapat dipimpin Dr. Ir. Wahid Wahyudi, M.T Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekdaprov Jatim.

Dalam rapat tersebut terungkap ada beberapa titik rawan bencana yang sewaktu-waktu bakal terjadi. Alasan itu diungkapkan setelah pihak BPBD dan Dinas SDA Jatim melakukam surve lapangan menemukan kawasan yang perlu penanganan segera. Apalagi di wilayah bencana di Probolinggo, termasuk bencana banjir di Songgon, Banyuwangi merupakan kawasan hunian warga.

“Rakor yang digelar bersama Dinas SDA Provinsi Jawa Timur tadi membahas langkah lanjutan penanganan lokasi pasca banjir di Andung Biru, Tiris. Mulai perbaikan infrastruktur jalan Desa hingga rencana jangka panjang. Hal yang dinilai mendesak mengirim alat berat untuk pengerukan daerah aliran sungai (DAS) dan penguatan bantaran sungai, di Desa Andung Biru, “ungkap Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo Ir. Anggit.

Menurut Dinas SDA Jatim, kawasan Andung Biru dan sekitarnya merupakan kawasan rawan bencana karena letaknya di lembah yang merupakan daerah buangan air dari wilayah atas. Kondisi ini memungkinkan adanya bencana lanjutan. Dalam rakor tersebut terungkap daerah bantaran sungai Andung Biru sangat tidak layak untuk dihuni warga karena bahaya banjir selalu mengintai.

“Posisinya yang ada di lembah membuat wilayah Andung Biru ini rawan bencana baik tanah longsor maupun banjir bandang. Kajian dan hasil penelitian SDA Jatim kawasan ini boleh dikata kawasan merah bencana. Langkah yang dikaji adalah rencana relokasi warga ke daerah lebih aman. Kedua, penguatan kawasan bantaran sungai dan pengerukan DAS agar aliran air lancar dan tidak menggerus kawasan di sekitranya”, kata Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo Ir. Anggit Hermanuadi, usai mengikuti rakor, Selasa (19/2/2019).

Foto : Alat berat sudah tiba di Desa Andung Biru, Tiris, Probolinggo, Selasa(19/2/2019)

Dalam Rakor tersebut juga membahas DAS Pancar Glagas yang mengalami pendangkalan akibat material batu dan pasir. Kondisi ini jika dibiarkan akan menggerus wilayah permukiman warga dan areal persawahan produktif.

Sebagaimana berita Desember 2018 lalub, ,hujan deras yang terjadi di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menyebabkan aliran sunga Kedaton meluap. Sedikitnya 63 rumah warga rusak berat akibat terjangan luapan air sungai Kedaton, Senin malam(10/12/2018).

Puluhan rumah warga di Desa Andung Biru, Kecamatan Tiris rusak akibat banjir. Daerah terparah akibat banjir meliputi Dusun Lawang Kedaton 29 rumah rusak, Dusun Kedaton 24 rumah rusak. Sisanya 10 rumah rusak di Desa Tiri memgalami hal serupa akibat luapan sungai Kedaton.

Terkait musibah banjir ini Camat Tiris Roby menyampaikan, juga menyebabkan 4,infrastruktur jembatan rusak berat. Warga terpaksa harus jalan kaki jika menuju kawasan desa Andung Biru.

Reporter : Richard
Editor      : Choiri

banner 468x60)

#Penanganan pasca banjir Tiris Probolinggo #BPBD Kabupaten Probolinggo #Rakor SDA Provinsi jatim

Author: 
    author

    Related Post

    banner 468x60)

    Leave a reply