Sunday, November 1, 2020
Home JATIM BONDOWOSO Dinsos Bondowoso Akui Data Penerima JKN Perlu Perbaikan

Dinsos Bondowoso Akui Data Penerima JKN Perlu Perbaikan

REPORTERIfa Bahsa
- Advertisement -

KABAR RAKYAT – Dinas Sosial Kabupaten Bondowoso akui masih ada data penerima bantuan iuran JKN yang perlu diperbaiki. Seperti yang terjadi pada Herianto (38) warga  Desa Kembang RT 24 RW 08, Kecamatan Bondowoso.

Dimana, dalam kartu keluarganya yang terdiri dari empat orang, hanya Herianto yang kartu JKN atau dikenal KIS yang tak bisa dicetak dan dipakai. Karena, NIK atas nama Herianto ternyata masuk dalam data NIK Herianto warga Kecamatan Tlogosari.

“Karena itulah, KIS atas nama Herianto yang warga Kembang tak bisa dicetak,” tutur Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Dinas Sosial Bondowoso, Zaiful Bahri, Kamis (13/8/2020).

Baca: Curhat Pasien Miskin di Bondowoso Tak Tercover KIS

Ia menerangkan, sebenarnya data atas nama Herianto telah diverifikasi dan divalidasi oleh operator SIKS-NG di Pemerintahan Desa. Namun, memang verval akhir dari Kementerian Sosial yang dilakukan setiap tiga bulan sekali. Yakni, April, Agustus, dan Desember.

“Sudah diperbaiki, tapi kan Kementrian masih menunggu akhir Agustus,”jelasnya.

Menurut Zaiful Bahri, kondisi seperti Herianto beberapa kali juga dialami oleh masyarakat lainnya. Mengingat, data yang ada merupakan data lama yang harus terus diverval.

Baca: Komisi II dan TAPD Pemkab Trenggalek Bahas KUA PPAS Perubahan APBD 2020 dan APBD 2021 

Yakni data di Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) di Dispendukcapil, dengan data Data Terpadu Kesejahteraan Sosial DTKS di Dinsos ada yang perlu diperbaiki.

“Kita kesulitannya di data. Bukan kita tak bekerja, bukan desa tak bekerja. Tapi memang ini data lama yang harus terus diverval,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya terus melakukan verifikasi dan validasi data setiap tiga bulan terhadap data penerima bantuan.

Baca: Dikunjungi Dankomar Kesehatan Saksi Sejarah Revolusi di Lubang Buaya Membaik

“Data di SIAK dan DTKS untuk bantuan harus sama. Kalau salah satu tidak cocok, bisa saja keblokir, KISnya tidak aktif, dan sebagainya,”jelasnya Zaiful pada awak media.

Disebutnya masih ada 66ribu jiwa yang data NIKnya perlu diperbaiki. Dan kini pun pihaknya terus melakukan verval. “Dan itu proses sekarang. Itu salah NIK,”urainya.

Zaiful mengharapkan juga ada peran aktif masyarakat dalam membantu operator SIKS-NG di desa dalam menvalidasi data.

Baca: Rakor Damang dan DAD Kalteng, Kapolda Dianugerahi Gelar Adat Dayak

Diberitakan sebelumnya, Seorang warga tidak mampu Desa Kembang, RT 24 RW 08, Kecamatan Bondowoso bernama Heriyanto (38) kebingungan dengan pembiayaan perawatannya di RSUD Koesnadi. Pasalnya, Ia tak memiliki kartu PBI Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Padahal Ia sendiri merupakan warga tak mampu.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca