Dipicu Cemburu, Buruh Pabrik Garmen Probolinggo Diclurit

  • Whatsapp
IMG-20200219-WA0099
Kapolres Probolinggo Kota Amankan pelaku Penganiayaan karyawan Pabrik Garmen,Rabu (19/2/2020).

KabarRakyat.ID – Polres Probolinggo Kota berhasil menangkap pelaku penganiayaan berat terhadap buruh pabrik garmen di Probolinggo,(19/2/2020). Solehudin alias Soleh (29), warga Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, terduga pelaku dibekuk setelah berhasil melukai korban dengan clurit.

Gerak cepat anggota Polres Probolinggo Kota mengungkap kasus penganiayaan berat terhadap korban Andriyanto, karyawan pabrik garmen pada Selasa malam (18/2/2020), patut diapresiasi. Dalam laporan polisi, korban mengalami luka bacok cukup serius di beberapa bagian tubuhnya. Pelaku tidak lain Solehudin, warga kelurahan Ketapang, merasa dendam melihat korban berjabat tangan dengan istrinya yang juga sesama karyawan pabrik garmen.

Read More

Kapolres Probolinggo Kota AKBP. Ambariyadi Wijaya menjelaskan, kasus penganiayaan diduga pelaku cemburu dengan korban. Peristiwa yang terjadi Selasa malam sekira pukul 21.00 WIB, langsung ditangani Tim Buser Satreskrim.

” Pada malam kejadian anggota langsung mencari pelakunya. Petugas memergoki pelaku di Taman Maramis di Jalan A.A. Maramis Kelurahan/Kecamatan Kanigaran. Detik itu juga diamankan untuk kepentingan penyidikan”, beber AKBP.Ambariyandi, Rabu (19/2/2020).

Baca jugaTim Reskrimsus Polda Jatim Segel Galian C di Siliragung

Masih kata Ambariyadi, pelaku Solehudin kini ditetapkan sebagai tersangka merasa cemburu terhadap korban. Tersangka pernah melihat istrinya bersalaman dengan Adriyanto, saat keluar dari pabrik garmen.

” Melihat istrinya nampak mesra dengan korban ia marah dan merencanakan menghabisi nyawa Andriyanto yang tidak lain rekan sesama buruh garmen. Istrinya tidak mengakui bahkan sikapnya berubah sebagai istri sering berbohong. Motif kasus ini cemburu”, tandas Kapolres kelahiran Banyuwangi ini.

Akibat perbuatan yang dilakukan Solehudin dijerat pasal 355 ayat (1) sub pasal 354 ayat (1) sub pasal 351 ayat (2) yaitu melakukan tindak penganiayaan sehingga mengakibatkan korban menderita luka berat, dengan ancaman hukum maksimal 12 tahun penjara.

Reporter : Richard

Editor : Choiri

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *