Dipicu Tiket Hilang, Tukang Parkir Tinju Wisatawan Djawatan

  • Whatsapp

Banyuwangi, Gara-gara ringan tangan main pukul, tukang parkir Wisata Djawatan, Perhutani Banyuwangi Selatan, bernama Sofyan Wahyudi bin Abdul Wahid (40), warga Dusun Krajan, Blok D, 01/05, Desa Belawa,  Kecamatan Lemahabang dipolisikan wisatawan lokal, Dedik Hariyono (31), asal Dusun Krajan, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Senin (7/11).

Akibat pemukulan itu, Dedik mengalami luka dibagian kepala dan mengaku pusing yang dibuktikan dengan visum medis dari Puskesmas Cluring. Tidak cukup itu, Dedi menuntut keadilan agar Sofyan diberikan tindakan tegas.

Kanit Reskrim, Polsek Cluring, Ipda Hariyanto, menjelaskan dari hasil penyidikan, korban Dedi, keributan dipicu tiket parkir milik kendaraan Dedi hilang, usai menikmati alam di Wisata Djawatan.

Korban itu berusaha memberi tahu terhadap tersangka, bahwa korban menemukan nomor parkir karcis yang hilang. Karcis tersebut sudah diserahkan oleh seorang rekan tersangka bernama Agus, karena tersangka tidak terima apa yang disampaikan oleh korban. Justru tersangka menuduh korban menyembunyikan nomor karcis yang hilang.

Tersangka marah – marah dan langsung memukul kepala korban, hingga pelipis mata kiri robek. Karena korban mengalami babak belur, sehingga korban terpaksa melaporkan tersangka berasal dari Kota Cirebon, Jawa Barat tersebut di Polisi setempat.

“Lanjut Ipda Hariyanto, setelah menerima laporan oleh korban tim Reskrim Polsek langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), tersangka sudah melarikan diri. Setelah dilakukan lidik oleh petugas Reskrim, ternyata tersangka bernama Sofyan Wahyudi bersembunyi di rumah saudaranya Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar,”katanya.

Kapolsek Cluring, Iptu Bedjo Mandrias Diantoro, membenarkan dengan penangkapan tersangka diduga melakukan penganiayaan terhadap korban warga Desa Benculuk. Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan petugas penyidik reskrim.

Menurut pengakuan Kapolsek, tersangka saat itu sudah naik mobil trevel, untuk melarikan diri di Pulau Dewata, (Bali). Tersangka satu ini, cukup berani nyalinya, saat dilakukan penangkapan petugas tersangka melakukan perlawanan,”katanya.

Selain tersangka yang dimintai keterangan petugas, juga beberapa saat kejadian berada ditempat dan mengetahui peristiwa tersebut diantaranya Agus alias Pecok (31), Eka Satria Saputra (27), keduanya warga Desa Benculuk. Disamping itu Polisi juga telah mengamankan barang bukti (BB) berupa 1 buah cincin batu akik yang digunakan untuk pemukulan korban. Akibat ulah tersangka dijerat dengan pasal 351 ayat (1) KUHP,”tambahnya.

Reporter : Siswanto

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *