Kamis, Januari 21, 2021
Beranda JATIM BANYUWANGI Diskusi dengan Pengurus ISNU, Ipuk Fiestiandani Bicara Pentingnya Penghargaan Hingga Banyuwangi ke...

Diskusi dengan Pengurus ISNU, Ipuk Fiestiandani Bicara Pentingnya Penghargaan Hingga Banyuwangi ke Depan

REPORTERChoiri/Coi

KABAR RAKYAT – Jajaran Pengurus Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Banyuwangi bersilaturahmi ke rumah Ipuk Fiestiandani Azwar Anas di Lungkungan Baluk, Kelurahan Kebalenan, Sabtu malam (5/12).

Banyak persoalan yang didiskusikan ISNU dengan istri Bupati Abdullah Azwar Anas tersebut. Mulai sinergi soal pendidikan, ekonomi, pertanian, penelitian, hingga UMKM.

Silaturahmi yang dipandu Alfian tersebut berlangsung gayeng. Selama diskusi tetap menerapkan protokol kesehatan. Selalu pakai masker, cuci tangan, dan menjaga jarak.

”Teman-teman ISNU ingin memberikan pemikiran untuk Banyuwangi ke depan,’’ kata Alfian dibenarkan Fajar Isnaini.

Diskusi bersama Ipuk sungguh menyenangkan. Waktu satu jam tak terasa membicarakan Banyuwangi ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, Ipuk juga menjelaskan pentingnya suatu daerah meraih penghargaan tingkat regional maupun nasional. Ipuk mengibaratkan suatu sekolah yang muridnya 300 orang. Dengan jumlah murid sebanyak itu, tentu seorang kepala sekolah maupun guru tidak bakalan mengenal satu-persatu muridnya.

Tentu yang dikenal adalah yang ranking satu, dua, sampai tiga. Atau bisa jadi yang dikenal adalah murid yang paling nakal.

”Pemerintah pusat juga demikian. Ketika akan memberikan stimulus berupa bantuan tentu yang dilihat adalah prestasinya. Maka di sini penghargaan sangat menunjang kemajuan suatu daerah,’’ kata Ipuk.

Selain bicara soal pentingnya penghargaan, Ipuk juga menyentil persyaratan IPK untuk peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Banyuwangi. Dengan persyaratan IPK tinggi telah menghasilkan PNS yang benar-benar berkualitas. Belakangan, pemerintah pusat dan provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia banyak yang ”melirik” PNS Banyuwangi untuk bekerja.

Yang perlu dipahami bagi masyarakat, peserta SKD CPNS tetap didominasi warga lokal Banyuwangi. Dari rekrutmen sebelumnya, peserta yang berdomisili di Banyuwangi sebanyakl 1.124 (91 persen), sedangkan dari luar Banyuwangi 116 (9 persen).

”Persyaratan IPK tinggi tentu menghasilkan PNS yang berkualitas,’’ tandas Ipuk.

Selain bicara soal pendidikan, Ipuk ternyata sangat fasih bicara UMKN, ekonomi, dan infrastruktur. Program-program pembangunan Banyuwnagi ke depan itu dia paparkan di hadapan para pengurus ISNU.

”ISNU siap mengawal program-program tersebut ke depan,’’ timpal Fajar Isnaini.

Pengurus ISNU Banyuwangi di bawah kepemimpinan Abdul Azis dilantik pada Minggu 8 Maret 2020 lalu. Pelantikan yang berlangsung di ruang khusus kantor DPRD Banyuwangi itu dihadiri Ketua ISNU Jatim Prof. Dr. KH. Mas’ud Said, Bupati Abdullah Azwar Anas, jajaran Forpimda, dan Ketua PCNU Ali Makki Zaini juga hadir dalam pelantikan terebut.

Pesan Profesor Mas’ud kala itu, program ISNU ke depan adalah penguatan dan perluasan kader yang merupakan masa depan NU. ISNU harus berbeda dengan lainnya di bidang pemikiran, penelitian, bahkan penulisan ilmiah. Selain itu pengisian jabatan srtategis di pemerintahan harus benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca