Disporaparbud Gandeng Perhutani Kembangkan Wisata Air Terjun Madakalipura

  • Whatsapp
IMG_20200308_174444
Kadisporaparbud Kab.Probolinggo bidik destinasi baru di Bromo.

KabarRakyat – Harapan Pemerintahan Jokowi dalam mendorong bisnis Pariwisata kian masif. Keserius itu tertuang dalam Perpres No. 80 tahun 2019 dimana sektor Pariwisata akan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi baru khususnya, daerah zona penyangga wisata gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Terkait pengembangan kawasan wisata baru di sekitar Kawasan Gunung Bromo menjadi perhatian serius khususnya gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang berharap wilayah Probolinggo berkembang menjadi zona pertumbuham ekonomi baru. Keseriusan itu terlihat beberapa kali Khofifah, mengunjungi Probolinggo melihat potensi pendukung di zona penyangga wisata Bromo. Diantaranya, rencana pembangunan pelabuhan sadar kapal pesiar di pelabuhan Tanjung Tembaga. Bahkan, aktifasi rel kereta api di pelabuhan kota mangga juga dituangkan dalam Perpres no.8 tahun 2019.

Read More

Bagaimana respon Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo, merespon rencana masif pemerintah pusat tersebut ?

Menanggapi rencana strategis pemerintahan Jokowi dan Gubernur Jawa Timur, Kadis Disporaparbud Sugeng Wiyanto menyampaikan tiga poin sebagai bentuk respon. Salah satunya, pengembangan wisata air terjun Madakalipura baik fasilitas umum maupun infrastruktur penunjang. Pertama Pemda harus menyiapkan terlebih dahulu feasibility study (studi kelayakan) dan tahun 2020 sudah disiapkan untuk FS Lumbang . Kedua, Pemda harus memastikan status tanah yg akan dikembangkan.

” Kebetulan tanahnya perhutani, pemda sudah kerjasama (Mou) dengan perhutani selaku pemilik lahan. Ketiga yang menjadi faktor penentu menyiapkan kwalitas SDM kepariwisataan dan saat ini telah disiapkan pemda salah satunya SDM Patriot Desa,” jelas Sugeng Wiyanto, Minggu (8/3/2020).

Estimasi anggaran untuk air terjun Madakalipura diproyeksikan Rp. 10 miliar bersumber dari APBN, APBD dan KPBU. Terkait hal ini Sugeng belum berani menyampaikan secara rinci seberapa besar dana yang dishaer untuk proyek tersebut.

“Prinsipnya, ada proyek yang langsung didanai APBN ,KPBU dan APBD. Keinginan kita dari pengembangan kawasan penyangga wisata Bromo mampu mendorong pertumbuham ekonomi. Tentu ini melibatkan banyak pihak agar berjalan sesuai rencana”, beber Sugeng.

Terkait proyek ini diperkirakan direalisasikan tahun 2020 sesuai tahapan dan ketersediaan anggaran pemerintah.

Reporter : Richard

Editor : Choiri

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *