Minggu, Januari 17, 2021
Beranda EKONOMI Ditangan Lilik Rahayu Pelepah Pisang Jadi Kripik Gurih Kualitas Eksport

Ditangan Lilik Rahayu Pelepah Pisang Jadi Kripik Gurih Kualitas Eksport

REPORTERMuajijin/Jin

KABAR RAKYAT – Pelepah pisang (gedebog, istilah Jawa) biasanya dibuang atau diberikan untuk makanan ternak. Namun di tangan Lilik Rahayu Ningsih warga Desa Doko Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri pelepah pisang ini justru menjadi olahan yang gurih dan krispi sekali.

Wanita berusia 41 tahun ini, membuat pelepah pisang menjadi olahan kripik dengan berbagai macam varian rasa.

Lilik mengaku, ide awal mula dirinya tertarik mengolah pelepah pisang karena penasaran. Tekstur ‘gedebog’ pisang yang halus dan lumer, dinilai bisa dijadikan camilan kripik.

“Khan saya juga punya usaha tempe mendoan. Tempe ini saya bungkus dengan daun pisang. Terus saya kepikiran dengan pelepahnya. Coba kalau diolah bisa gak. kemudian saya coba-coba, ternyata enak,” ucapnya Senin (23/11/2020).

Pelepah pisang yang diambil adalah  pada bagian batang pohon dan batang daun. Setelah dicuci bersih, kemudian pelepah ini disisir tipis-tipis. Setelah menjadi lembaran tipis, kemudian dicampur bumbu dan digoreng.

“Semuanya serba otodidak. Saya pakai resep coba-coba. Selain itu saya juga menambahkan bumbu rahasia, agar setelah diolah, keripik ini bisa tetap crunchy dan krispi, atau tidak melempem,” paparnya.

Kripik pelepah pisang buatan Lilik ini, sudah dipesan hingga manca negara. Seperti, Hongkong, Thailand, Singapura dan Malaysia.  Meski dengan modal yang pas-pasan. Namun Lilik yakin, usaha yang dirintisnya 3 bulan lalu, bisa tetap eksis.

Usaha pembuatan kripik pelepah ini, terkendala beberapa peralatan yang belum mampu dimiliki Lilik. Salah satunya adalah spinner untuk menataskan minyak yang tertinggal pada kripik.

“Awal-awal dulu, saat saya kirim ke Singapura, ternyata kripiknya berminyak. Untungnya mereka mau menyadari, dan justru memberi saya semangat untuk lebih maju lagi. Akhirnya, saya membuat spinner sendiri sesuai dengan kemampuan saya,” jelasnya.

Dalam memproduksi kripik pelepah pisang tersebut, Lilik dibantu 5 wanita yang sudah berusia lanjut. mereka bertugas untuk menyisir pelepah pisang yang nantinya siap untuk diolah.

Pekerjaan ini dinilai tidak terlalu memberatkan. Para pekerja ini hanya perlu untuk duduk saja, dan tidak perlu mengangkat yang berat-berat.

Satu kilogram kripik pelepah pisang buatan Lilik dihargai Rp 65 ribu. Sementara untuk kemasan kecil, seberat 200 gram, seharga Rp 20 ribu.

Selain rasa original, Lilik juga menawarkan varian rasa lain, seperti rasa sate panggang, balado, keju, jagung bakar dan BBQ. Dari macam rasa ini, rasa Balado yang paling banyak digemari oleh pembeli.

Lilik berharap ada bantuan dari pemerintah, agar usaha miliknya ini bisa semakin maju dan berkembang.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca