Kamis, November 26, 2020
Beranda JATIM BANYUWANGI Ditengah Pandemi Covid-19 Komisi III DPRD Banyuwangi Dorong Eksekutif Tetap Produktif dan...

Ditengah Pandemi Covid-19 Komisi III DPRD Banyuwangi Dorong Eksekutif Tetap Produktif dan Inovatif Dalam Rangka Optimalisasi PAD

REPORTERHariyadi

KABAR RAKYAT – Komisi III DPRD Kabupaten Banyuwangi akan terus berupaya mendorong eksekutif untuk tetap produktif dan berinovasi dalam rangka optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) meski kondisi ekonomi global melambat akibat pandemi covid-19.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi III, Emy Wahyuni Dwi Lestari usai menggelar rapat kerja bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Kantor Pajak Pratama, Dinas Perijinan serta Dinas kebudayaan dan Pariwisata terkait KUA-PPAS APBD Tahun 2021, Selasa (10/11/2020) kemarin.

“ Pemerintah Daerah harus berupaya mengoptimalkan PAD meski kondisi pendemi covid-19 dengan tetap memperhatikan efektifitas pelaksanaan dan juga memperhatikan kondisi perkembangan perekonomian , “ ucap Emy Wahyuni Dwi Lestari.

Politisi perempuan Partai Demokrat ini mengatakan, pendapatan daerah tahun 2021 diproyeksikan turun menjadi Rp. 2,756 triliun jika dibandingkan dengan target pendapatan daerah tahun 2020 yakni sebesar Rp. 3,215 triliun.

“ Turunnya pendapatan daerah ini nantinya akan berdampak pada belanja daerah sehingga banyak program kegiatan pembangunan yang akan dipangkas dan dialihkan pada program percepatan pemulihan ekonomi , “ ucapnya.

Dijelaskan oleh Emy, turunnya pendapatan daerah tahun 2021, selain dampak dari berkurangnya pendapatan transfer dari pemerintah pusat, juga dipengaruhi oleh turunnya penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“ Hingga bulan Nopember 2020 ini saja, PAD kita baru tercapai Rp. 475 miliar dari target sebesar Rp. 565 miliar, dengan pertimbangan yang terukur dan rasional maka target PAD tahun 2021 disesuaikan menjadi sebesar Rp. 505 miliar , “ jelasnya.

“ Dengan turunnya pendapatan daerah dampak dari covid-19, APBD tahun 2021 kita istilahkan APBD untuk bertahan, “ ungkapnya.

DPRD sebagai salah satu penyelanggara pemerintah, tentu akan memacu kinerja eksekutif agar tetap bersemangat dan berupaya mencapai target penerimaan daerah dalam rangka peningkatan kemandirian daerah dalam hal penyediaan anggaran melalui rapat-rapat kerja bersama SKPD penghasil.

“ Komisi III sudah menggelar rapat kerja dengan SKPD penghasil, sebagai upaya optimalisasi penerimaan pajak dan retribusi daerah, karena masih banyak potensi-potensi yang belum tergali , “ ucap Emy Wahyuni Dwi Lestari.

Dan salah satu SKPD penghasil yang mampu mengali potensi penerimaan daerah adalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Namun sangat disayangkan SKPD tersebut tidak pernah hadir memenuhi undangan rapat kerja Komisi III, apalagi menyangkut capaian target retribusi pariwisata yang tidak pernah memenuhi target yang telah disepakati.

“ Kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata ini tidak pernah hadir memenuhi undangan rapat kerja Komisi III, hal ini akan kita koordinasikan dengan pimpinan dewan, “ ucapnya.

Selain dengan SKPD penghasil, Komisi III juga melakukan koordinasi dengan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama terkait dengan penerimaan pajak perusahaan tambang emas di Banyuwangi.

Komisi III DPRD Banyuwangi meminta KPP Pratama Banyuwangi untuk mengingatkan perusahaan tambang emas yang beroperasi di Banyuwangi yakni PT.Bumi Suksesindo (PT. BSI) untuk segera memenuhi kewajibanya membayar pajak sebelum tahun anggaran 2020 berakhir.

“ Penerimaan pajak Al Tax dari PT.BSI nilainya hampir Rp. 500 miliar, namun hingga saat ini baru terhimpun sebesar Rp. 350 miliar, harapanya sebelum berakhirnya tahun 2020 bisa lebih meningkat, khususnya Pajak Bumi dan Bangunannya , “ pungkas Emy Wahyuni Dwi Lestari.

EDITORSetiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca