Friday, October 30, 2020
Home KEBIJAKAN Dok, KUPA-PPAS Perubahan APBD 2020 Banyuwangi Ditandatangani Bersama

Dok, KUPA-PPAS Perubahan APBD 2020 Banyuwangi Ditandatangani Bersama

REPORTERHariyadi
- Advertisement -

KABAR RAKYAT – Lewat sidang Paripurna DPRD Banyuwangi telah disepakati perubahan APBD Tahun 2020. Sesuai jadwal utama proses Penandatanganan Bersama Kebijakan Umum Perubahan Anggaran, Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) APBD 2020 dilaksanakan virtual, bertempat Ruang Utama Dewan, Rabu (16/9).

Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD, H. M. Ali Mahrus didampingi Michael Edy Hariyanto dan dihadiri puluhan anggota dewan lintas fraksi. Sedangkan Bupati H. Abdullah Azwar Anas beserta eksekutif mengikuti paripurna dari Kantor Kabupaten Banyuwangi.

Resume dibacakan Jubir Badan Anggaran DPRD, Marifatul Kamilah. Kesepakatan bersama ini berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan tentang percepatan penyesuaian APBD tahun 2020 dalam rangka penanganan COVID-19, pengamanan daya beli masyarakat dan perekonomian nasional.

Baca: DPRD Paripurna Penyampaian KUPA PPAS Perubahan APBD 2020

Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan meminta Kepala daerah untuk melakukan Penyesuaian belanja daerah melalui rasionalisasi belanja pegawai, rasionalisasi belanja barang dan jasa serta belanja modal sekurang-kurangnya 50 persen.

“Selisih anggaran hasil penyesuaian pendapatan daerah dengan penyesuaian belanja digunakan untuk mendanai belanja bidang kesehatan, penyediaan jaring pengaman sosial dan penanganan dampak ekonomi,“ ucap Marifatul Kamilah.

Mengacu program prioritas yang tertuang dalam KUPA-PPAS Perubahan APBD Tahun 2020. Pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp. 3,215 triliun, mengalami penurunan sebesar 3,73 persen dari pagu Induk APBD tahun 2020 sebesar Rp. 3,339 triliun.

Baca: Sejarah Bangunan Dam ‘Belanda’ Geopark Ijen Menjadi Icon Wisatawan Pasca COVID-19

“PAD diproyeksikan Rp. 565,194 miliar, turun sebesar 5,04 persen dari pagu sebesar Rp. 595,213 miliar. Pendapatan transfer diproyeksi sebesar Rp. 2,346 triliun turun 4,14 perses dari pagu sebesar Rp. 2,448 triliun. Lain-lain pendapatan yang sah diproyeksi sebesar Rp, 303,2 miliar, meningkat sebesar 2,32 persen dari pagu sebesar Rp. 296,3 miliar,“ jelasnya.

Penandatangan APBD Perubahan Tahun 2020. Wakil Ketua DPRD M. Mahrus Ali dan Wakil Ketua DPRD Michael Edi Hariyanto

Komposisi belanja daerah dalam KUPA-PPAS Perubahan APBD tahun 2020, diproyeksikan sebesar Rp. 3,398 triliun, mengalami peningkatan sebesar 0,68 persen dari pagu sebesar Rp. 3,375 triliun.

Pembiayaan daerah dalam KUPA-PPAS Perubahan APBD tahun 2020 diproyeksikan sebesar Rp. 183,2 miliar, mengalami peningkatan sebesar 413,19 persen dari pagu di induk APBD tahun 2020 sebesar Rp. 35,7 miliar.

Baca: Pansus P4GNPN dan Ekekutif Sepakati Tes Narkotika Berlaku Lulusan SD Mendaftar SMP

Usai pembacaan resume pembahasan KUPA-PPAS Perubahan APBD tahun 2020, pimpinan DPRD dan Bupati Banyuwangi bersama-sama menandatangani dokumen KUPA-PPAS P-APBD tahun 2020 ditempat masing-masing.

Dalam kesempatan ini, Bupati Azwar Anas menyampaikan, ucapan terima kasih kepada pimpinan dan anggota dewan, khususnya kepada Komisi-Komisi, Badan Anggaran yang telah membahas secara intensif, memberikan koreksi, saran maupun masukan terhadap dokumen KUPA-PPAS Perubahan APBD Tahun 2020.

“ Pembahasan KUPA-PPAS perubahan APBD tahun 2020 ini berlangsung cukup dinamis dan akhirnya terjadi kesepahamam, persamaan persepsi prioritas dan substansi KUPA-PPAS Perubahan APBD tahun 2020 , “ ucap Bupati Anas melalui teleconference.

Baca: Akses Puluhan Gua Dalam Hutan Alaspurwo Ditutup, Bila Berwisata Silahkan

KUPA-PPAS Perubahan APBD tahun 2020 diharapkan menjadi rancangan langkah antisipatif terhadap dinamikan yang berkembang akhir-akhir ini, serta akselerasi prioritas arah kebijakan sesuai kapasitas fiskal daerah.

Beberapa intervensi akan terus dilakukan oleh Pemerintah daerah dalam penanganan pandemi covid-19 melalui skema jaring pengaman sosial.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca