Saturday, October 31, 2020
Home JATIM BANYUWANGI Dosen Poliwangi Gelar Seminar Pengoptimalan Ekonomi melalui Pemetaan Desa Wisata Sebagai Strategi...

Dosen Poliwangi Gelar Seminar Pengoptimalan Ekonomi melalui Pemetaan Desa Wisata Sebagai Strategi Optimasi Pajak Daerah

- Advertisement -

KABAR RAKYAT – Bertempat di Rumah adat Sukosari Desa Kemiren. Rabo, 14 Oktober 2020. Dosen Manajemen Bisnis Pariwisata Politeknik Negeri Banyuwangi lakukan seminar hasil penelitian pengabdian masyarakat dengan tema, “Pemetaan Desa Wisata & Strategi Optimasi Pajak Daerah Sektor Pariwisata”.

Seminar yang dihadiri Dosen Politeknik Negeri Banyuwangi, Mahasiswa Politeknik Negeri Banyuwangi, Kelompok Sadar wisata, Badan Usaha Milik desa, Dinas Pariwisata, Dispenda, Bapeda, dan PHRI.

Dalam Pembukaan Seminar Dosen Manajemen Bisnis Pariwisata. Masetya Mukti, S.ST., M.M. menyampaikan pentingnya peran akademisi menjembatani pelaku pariwisata dengan pihak pemerintah sebagai pemangku kebijakan, dan PHRI sebagai pengusaha.

“Kami Dari Poliwangi sebagai lembaga akademisi akan berperan aktif memberikan pemikiran dari hasil hasil penelitian kami sebagai sumbangsih akademisi serta memposisikan kalangan akademisi untuk menjembatani antara pelaku wisata,usaha usaha pariwisata dengan pemerintah agar ekonomi kreatif semakin bertumbuh utamanya di perdesaan,ini akan bermanfaat sebagai langkah mendorong PAD berupa Pajak daerah melalui sektor pariwisata ” Ungkap M.Mukti S.S.T.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Oendapatan Daerah ( Dispenda) Banyuwangi. Alief Soekartono S.Sos.,M.M berharap sinergitas Antara Pelaku usaha wisata utamanya Bumdesa di Desa Wvcisata Sebagai pelopor Ekonomi kreatif dan Akademisi untuk mendorong pertinbuhan ekonomi didesa.

” Akademisi Pelaku usaha , Bumdes dengan Bapeda, dengan sinergitas ini kami yakin bila bersama sama ekonomi masyarakat akan tumbuh positif ,seperti halnya contoh didesa Kemiren ini terus membaik lagi ” Kata Alief.

Kadisbudpar Banyuwangi Melalui Kasie Kesra Iswanto Spd menyampaikan ” Seperti Desa Wisata Kemiren tempat seminar kita ini, kami berharap secepatnya mendapatkan SK desa wisata supaya tidak disalip oleh desa lain, karena kita dituntut untuk selalu berinovasi untuk terus bertumbuh, simbiosis mutualisme sangat diperlukan untuk terus membangun desa untuk oertunbuhan Ekonomi merata lewat sektor wisata desa. Desa Wisata akan bergerak bila Visi yang sama terbangun ditengah masyarakat ” Ungkapnya.

Perwakilan PHRI menyampaikan pentingnya memandang Lebih luas Banyuwangi bukan 1-2 tahun namun 5-10 tahun kedepan, Pariwisata Banyuwangi harus dibangun terus merata lewat sektor Wisata paket berkelanjutan.

“Wilayah di Banyuwangi selatan yang masih kurang tersentuh, di Sempu ada pengrajin sepatu yang kualitasnya sangat bagus, dan di cangaan genteng penjahit fashion disana sangat kreatif sekali, namun masih kurang di eksplore, semoga kedepannya ini bisa dijadikan paket wisata” Kata Zainal Ketua PHRI.

Dosen Wanda Febrian, S.Par., MBA. dalam diskusi Seminar dari manajemen Bisnis Pariwisata menyampaikan hasil penelitianya tentang Pemetaan potensi desa wisata. Menurutnya Banyuwangi dibagi menjadi 3 Wilayah pengembangan yang sangat potensial berdasarkan blok wilayah.

” Wilayah Pengembangan 1 daya tariknya Gunung Ijen dengan desa wisata Kemiren, Wilayah Pengembangan Pariwisata 2 daya tariknya Gland dengan Desa wisata Kalipait, dan Wilayah Pengembangan Pariwisata 3 daya tariknya sukomade dengan desa wisata Sumberagung. Bila ini dikembangan sektor ekonomi akan bertumbuh dan kuat yang nantinya akan mendongkrak PAD melalui pajak daerah” Katanya.

EDITORSetiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca