Kamis, November 26, 2020
Beranda JATIM BANYUWANGI DPRD Banyuwangi Gelar Paripurna Rancangan KUA-PPAS APBD 2021

DPRD Banyuwangi Gelar Paripurna Rancangan KUA-PPAS APBD 2021

REPORTERHariyadi

KABAR RAKYAT – DPRD Banyuwangi gelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun 2021 dengan virtual bersama Bupati Abdullah Azwar Anas dan jajaran, hari, Senin (2/11).

Melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat, Rapat Paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD H.M Ali Mahrus didampingi Wakil Ketua DPRD Michael Edy Hariyanto yang dihadiri puluhan anggota dewan lintas fraksi.

Sementara, Bupati Banyuwangi, H. Abdullah Azwar Anas bersama jajarannya mengikuti Rapat Paripurna DPRD dari ruang Rempeg Jogopati kantor Pemda.

Mengawali pengantarnya, menjelang akhir masa jabatannya, Bupati Anas, mengajak seluruh anggota DPRD untuk tetap menguatkan langkah, melakukan akselerasi seiring harapan masyarakat. Berdoa bersama agar pandemi Covid-19 segera berakhir. Bangkit bersama-sama untuk pemulihan ekonomi.

Baca : Bupati Banyuwangi Sharing Inovasi Lewat Webinar Sistem Manajemen Nasional Lemhanas

“Di masa akhir jabatan saya bersama Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, ingin mengajak semua untuk tetap menguatkan langkah, melakukan akselerasi seiring meningkatnya harapan masyarakat , “ ucap Bupati Anas.

Upaya pemulihan ekonomi kembali, Pemkab Banyuwangi akan menyusun dan mengimplementasikan kebijakan pemerintahan dan pembangunan daerah dengan memanfaatkan berbagai sumber daya secara optimal, efisien, efektif dan akuntabel.

Tujuan akhir adalah meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat secara berkelanjutan. “Tema Pembangunan Tahun 2021 adalah Mempercepat Pemulihan Ekonomi dan Sosial Melalui Kebangkitan Pertanian, Pariwisata dan Penguatan SDM, yang akan diterjemahkan kedalam 7 (tujuh) Prioritas Pembangunan Daerah , “ ucap Bupati Anas.

Ketujuh prioritas pembangunan daerah tahun 2021 antara lain : 1. Satbilisasi Perekonomian Usaha Menengah ke Bawah yang Terdampak Covid-19. 2. Memangkas Rantai Perijinan Investasi yang Rumit, 3. Revitalisasi dan Peningkatan Nilai Tambah Sektor Manufaktur.

Baca : Fenomena Unik Tradisi Asatan Bendungan Bondowoso

Berikutnya, 4. Mengairahkan Kembali Pariwisata, 5. Group Enterprise dengan Nilai Tambah Tinggi di Sektor Pertanian dan Perikanan. 6. Melanjutkan Pembangunan Infrastruktur yang Berhimpitan dengan Prioritas Nasional dan Provinsi. dan,  7. Pemberdayaan UMKM.

“ Meskipun urusan terkait pendidikan dan kesehatan tidak disebutkan secara langsung, dalam tema Pembangunan tahun 2021, isu pada kedua urusan tersebut tetap menjadi prioritas yang wajib dengan sendirinya,“ jelasnya.

Secara umum, Target Pendapatan Daerah Tahun 2021 diproyeksikan sebesar Rp. 2,756 triliun atau turun sebesar Rp. 458,764 miliar dari APBD tahun 2020 sebasar Rp. 3,215 triliun.

“Poin penting dari belanja negara adalah transfer ke daerah dan dana desa. Dimana masa pandemi ini sangat mempengaruhi kapasitas fiskal pemerintah pusat. Sehingga terdapat penyesuaian sesuai regulasi yang telah ditentukan pemerintah pusat,“ ucap Bupati Anas.

Baca : Gubernur Apresiasi Pengunjung – Pengelola Jatim Park 3 Patuhi Prokes

Penyesuaian komponen pendapatan antara lain, PAD mengalami penurunan Rp. 60,038 miliar, dari target APBD 2020 sebesar Rp. 565,194 miliar menjadi Rp. 505,156 miliar pada tahun 2021.

Pendapatan transfer turun, menjadi Rp. 2,089 triliun atau berkurang sebesar Rp. 257,337 miliar dari APBD tahun 2020 sebesar Rp. 2,346 triliun.

Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah mengalami penurunan sebesar Rp. 141,387 miliar dari APBD tahun 2020 sebesar Rp. 303,250 miliar menjadi Rp. 161,862 miliar.

“Total belanja daerah APBD Tahun 2021 direncanakan Rp. 2,769 triliun, turun sebesar Rp. 629,371 miliar dari belanja daerah tahun 2020, sebesar Rp. 3,398 triliun,“ jelas Bupati Anas.

Baca : Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dapat Bantuan Rp. 10 M

Jumlah pembiayaan pada APBD tahun 2021 diperkirakan turun sebesar Rp. 170,607 miliar dari APBD tahun 2020 sebesar Rp. 183,207 miliar. Sehingga menjadi sebesar Rp. 12,600 miliar ditahun 2021. Perkiraan penerimaan pembiayaan APBD tahun 2021 sebesar Rp. 17 miliar dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp. 4,4 miliar.

Usai penyampaian nota pengantar KUA-PPAS APBD tahun 2021, rapat paripurna dinyatakan selesai dan ditutu secara resmi oleh pimpinan rapat.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca