DPRD: Eksotis Pulau Tabuhan Terancam Jika Pemerintah Membiarkan Saja

  • Whatsapp
Pulau Tabuhan (2)
Rombongan Komisi II DPRD dan Pemkab Banyuwangi.
Komisi II, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan BPKAD meninjau kondisi faktual Pulau Tabuhan.

KabarRakyat.ID –  Eksotis Pulau Tabuhan  terancam, jika Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tidak maksimal mengawasi dan membiarkan  saja. Terbukti, banyak terumbu karang yang rusak dan  pohon-pohon kering dampak dari abrasi.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Banyuwangi, Hj. Mafrochatin Ni’mah usai melakukan tinjau lapang ke Pulau Tabuhan bersama anggota Komisi, Rabu (12/2/2020).

Read More

“Yang kami lihat tadi di Pulau Tabuhan, banyak pohon-pohon kering, kata teman-teman Pokdarwis itu dampak terjadinya abrasi, pohon mati dan kering, selain itu terumbu karang yang berfungsi untuk menahan pasir juga mengalami kerusakan, ini juga yang menyebabkan luas Pulau tabuhan semakin menyusut,“ ucap Hj. Ni’mah saat dikonfirmasi Kabar Rakyat.

Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini, meski telah diawasi oleh salah satu kelompok nelayan di Desa Bangsring, ternyata masih ada tangan-tangan nakal yang sengaja merusak terumbu karang, seperti halnya pengeboman ikan.

“ Jangan sampai Pulau Tabuhan ini di biarkan begitu saja, selain Pemerintah Daerah juga perlu  perhatian pihak-pihak lain , “ ucapnya.

Ketua Komisi II DPRD Banyuwangi berharap adanya gerakan-gerakan masyarakat cinta Banyuwangi, khususnya kepada Pulau Tabuhan dengan kegiatan kampanye penanaman pohon dan konservasi terumbu karang.

Pulau Tabuhan (1)

Selanjutnya terkait pengelolaan Pulau Tabuhan oleh pihak investor (EBD Paragon Singapura) melalui skema sewa kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Hj. Mafrochatin Ni’mah menyampaikan bahwa pihaknya sebagai representatif rakyat masih akan membahas , sambil menunggu pemaparan dari EBD Paragon Singapura selaku investor.

“ DPRD selaku wakil rakyat, tentu akan mencermati dan mengkaji lebih dalam terkait dengan disewakannya Pulau Tabuhan tersebut, apakah berpihak kepada masyarakat atau tidak , secara pribadi saya merasa eman jika pulau itu dibiarkan begitu saja , “ ucapnya.

Dia menegaskan, pengembangan wisata Pulau Tabuhan perlu memperhatikan dan melibatkan masyarakat, agar semua bisa merasakan manfaatnya, terutama dalam rangka peningkatan perekonomian.

“ Semua aspek harus dipikirkan, bagaimana dengan nelayan sekitar, pemberdayaan masyarakatnya, lingkungan  dan lainnya. Sehingga pengelolaan wisata Pulau Tabuhan itu bisa bermanfaat bagi rakyat,“ pungkasnya

Ikut dalam kegiatan tinjau lapang Komisi II DPRD Banyuwangi ke Pulau Tabuhan, perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Sementara saat kegiatan diskusi antara Pemerintah Kabupaten banyuwangi bersama pelaku wisata, Selasa (11/02/2020) lalu. Sekretaris Kabupaten Banyuwangi, Ir. H. Mujiono mengatakan pengembangan Pulau Tabuhan bertujuan untuk peningkatan pariwisata, dan akan dilakukan dengan mengedepankan konservasi, sekaligus memastikan dampak ekonominya bisa dirasakan oleh masyarakat.

Reporter : Hariyadi

Editor : Rony DE



Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *