DPRD Gelar Rapim Bahas LKPJ 2017

121 views

Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara

KABARRAKYAT, BANYUWANGI – DPRD Kabupaten Banyuwangi menggelar Rapat Pimpinan (Rapim), untuk Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) akhir tahun anggaran 2017 Bupati Banyuwangi, Senin (30/04/2018).

Ketua DPRD, I Made Cahyana Negara, SE mengatakan, rapat pimpinan dewan dilaksanakan dalam rangka meminta tambahan masukan, saran maupun catatan masing-masing Ketua Komisi, Ketua Fraksi terhadap penyusunan rekomendasi DPRD atas LKPJ Bupati Banyuwangi tahun 2017.

“ Masing-masing Ketua Komisi, Ketua Fraksi, kita minta masukan, sebelum rekomendasi dan catatan DPRD terhadap LKPJ Bupati Banyuwangi tahun 2017 dibacakan dalam paripurna,“ ucap I Made Cahyana Negara, SE saat dikofirmasi Kabar Rakyat ID diruang kerjanya.

Baca juga :

Menurut Made Cahyana, LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2017 yang telah disampaikan oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sudah baik dan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 3 tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah kepada DPRD, dan Informasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah kepada masyarakat.

“ Pembahasan LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2017 sudah baik dan tidak ada yang istimewa, “ ungkapnya.

Meski secara garis besar LKPJ tahun 2017 baik, namun ada beberapa masukan fraksi kepada Pemerintah Daerah untuk memperhatikan maraknya pendirian toko modern yang berpotensi mematikan pengusaha kecil. Selain itu, sektor pertanian juga perlu diperhatikan.

Rencananya, DPRD sudah mengagendakan penyampaian rekomendasi dan catatan DPRD Kabupaten Banyuwangi akan digelar dalam rapat paripurna istimewa, pada hari Rabu 02 Mei 2018, pekan ini.

Seperti diberitakan, pada Rabu (05/04/2018) lalu, Bupati, H. Abdullah Azwar Anas telah menyampaikan capaian kinerja yang menjadi prioritas pembangunan tahun 2017.

Dibidang pendidikan dan kesehatan, melalui rogram tabungan Garda Ampub Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mampu mengentas 5.093 anak putus sekolah. Anggaran sebesar Rp.15 Miliar dialokasikan bagi 700 siswa penerima beasiswa Banyuwangi cerdas. Selain itu melaui program Gandrung JKN, sinergi antara BPJSKesehatan dan Smart Kampung mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan jaminan kesehatan.

Diantaranya, capaian pemerintah daerah mewujudkan kesejahteraan masyarakat, angka kemiskinan turun 0,15 persen dari tahun 2016 yakni sebesar 8,64 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata Propinsi Jatim sebesar 11,77 persen.

Reporter : Hariyadi

Editor : Suwongko

#DPRD #lkpj bupati 2017 #rapat pimpinan

Author: 
    author

    Related Post

    banner 800x600)

    Leave a reply