DPRD Minta Pembinaan – Pengawasan Aktifitas Koperasi Lebih Maksimal

  • Whatsapp
Pembinaan Koperasi

KabarRakyat.ID – Komisi II DPRD Kabupaten Banyuwangi minta Dinas Koperasi,UKM dan Perdagangan untuk lebih maksimal melakukan pembinaan dan pengawasan aktifitas lembaga Koperasi agar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan malah sebaliknya merugikan masyarakat.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi II, Hj.Mafrochatin Ni’mah usai menggelar rapat kerja bersama Dinas Koperasi,UKM dan Perdagangan, Kamis (13/02/2020).

Read More

Ketua Komisi II , Hj.Ni’mah menyampaikan, rapat kerja yang digelar pihaknya, sebagai tindak lanjut keluhan masyarakat dengan adanya beberapa Koperasi yang bermasalah sehingga masyarakat sebagai anggota Koperasi merasa dirugikan.

“ Dalam Raker tadi kita pertanyakan sejauh mana pembinaan dan pengawasan Dinas Koperasi,UKM dan Perdagangan, terhadap operasional seluruh Koperasi yang ada di Banyuwangi , “ ucap Hj.Ni’mah kepadaAwak Media.

Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh SKPD terkait, dari 879 koperasi yang beraktifitas di Banyuwangi, ada sekitar 15 persen dalam kondisi tidak sehat.

“ Dari 879 Koperasi yang ada di Banyuwangi, ternyata 15 persennya dalam kondisi sakit, tadi kita pertanyakan hasil dari pembinaan, monitoring dan evaluasi  Dinas Koperasi,UKM dan Perdagangan yang telah dilaksanakan, indikasinya seperti apa , “ ungkap Hj.Ni’mah.

Dijelaskan oleh Kepala Bidang Koperasi,Dinas Koperasi,UKM dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, untuk menetapkan predikat kondisi kesehatan Koperasi, pihaknya menerbitkan sertifikat tingkat kesehatan koperasi yang terbagi dalam 5 kategori.

Kategori A untuk Koperasi sehat, B untuk kategori cukup sehat,kategori C kurang sehat, kategori D dalam pengawasan dan kategri E dalam pengawasan khusus.

Diakhir wawancara, Ketua Komisi II berharap kepada Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan harus berani mengumumkan predikat kesehatan koperasi kepada publik.

“ harapan kami, predikat kesehatan koperasi pada era transparansi ini harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat, jangan sampai masyarakat mengalami kerugian akibat ketidaktahuan kondisi kesehatan koperasi ini terulang kembali , “ pungkas Hj.Ni’mah.

Reporter : Hariyadi

Editor : Rony DE



Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *