DPU Pengairan: Bangunan Hotel Kokoon Sesuai Rekomendasi

358 views
Petugas DPU Pengairan Banyuwangi meninjau langsung bangunan Hotel Kokoon (2)

Petugas DPU Pengairan Banyuwangi meninjau langsung bangunan Hotel Kokoon.

KABARRAKYAT.ID – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pastikan bangunan Hotel Kokoon yang dibangun berbatasan dengan garis sempadan Sungai Cawan, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, sesuai rekomendasi.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Bina Manfaat dan Kemitraan DPU Pengairan, Donny Arsilo Sofyan, SE, pada Senin (1/7/2019).

“Dari hasil cek lokasi yang dilakukan, pembangunan hotel bintang empat Kokoon masih sesuai dengan rekomendasi. Yaitu dari garis sempadan sungai (GSS) berjarak 6 meter,” tegas Kabid Bina Manfaat Dan Kemitraan tersebut.

Sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Banyuwangi Nomor 31 Tahun 2013 Tentang Pengaturan Intensitas Pemanfaatan Ruang Koridor Jalan Letjend S. Parman – Jalan Brawijaya dan Kawasan Sekitar Taman Blambangan Kota Banyuwangi.

”Rekomendasi sudah dikeluarkan pada bulan Oktober 2017. Dalam Perbup itu, disebutkan pada bagian kedua Zona Kawasan paragraph 1 pasal 5 disebutkan rencana pola ruang kawasan koridor jalan Letjend S. Parman – Jalan Brawijaya dan kawasan sekitar Taman Blambangan , sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat (1) huruf a dan b, meliputi ; a. Zona kawasan lindung sempadan sungai;. b. Zona taman/ hutan kota;” terang , Donny Arsilo Sofyan, SE.

“Paragraf 2 Zona kawasan lindung sempadan sungai pasal 6 ayat (2) disebutkan zona sempadan sungai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit berjarak 3 meter di kiri dan kanan tepi sungai,” katanya.

Petugas DPU Pengairan Banyuwangi meninjau langsung bangunan Hotel Kokoon (1)

Petugas DPU Pengairan Banyuwangi meninjau langsung bangunan Hotel Kokoon.

Pihaknya juga memberi rekomendasi sudah lebih lebar dibanding batas GSS pada Perbup yang ada.

“Kami sengaja meminta jaraknya 6 meter karena bangunan tersebut cukup tinggi sehingga untuk mengantisipasi beban beratnya kami beri stand 3 meter dari aturan yang ada”, lanjutnya.

Lebih jauh, Kabid Manfaat dan Kemitraan DPU Pengairan, ungkapkan yang belum ada pengajuan dari Hotel Kokoon, adalah terkait pemanfaatan ruang sempadan. Mungkin karena jika dilihat dilapangan memang masih belum dilakukan pembangunan pagar.

“Mereka belum mengajukan pemanfaatan ruang sempadan, karena mereka memang belum membuat pagar. Walaupun lah tersebut merupakan hak milik, karena kaitan GSS mereka harus tetap meminta rekomendasi kepada kita. Dan kita akan memberikan rekom asalkan bangunan pagar sesuai dengan aturan yang ada. Jenis bangunan terbuka, bukan bangunan tertutup”, tuturnya.

Ia juga menambahkan jika UU No 7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air sudah dibatalkan oleh Mahkama Konstitusi (MK).

“UU tersebut sudah dibekukan,” imbuhnya.

Sekedar diketahui, terkai GSS pada pembangunan hotel Kokoon sempat dipersoalkan oleh aktivis di Banyuwangi. Dalam rilis berita beberapa di media online disebutkan jika pembangunan Hotel kokoon diduga melanggar PP No 38 Tahun 2011 tentang sungai sebagai pelaksana Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 Tentang sumber daya air.

Reporter: Fattahur

Editor: Choiri

#Banyuwangi #hotel bintang empat #hotel kokoon #investasi

Author: 
    author

    Related Post

    banner 800x600)

    Leave a reply