Driver Grab Online Gelar Bakti Sosial

  • Whatsapp

Grab Komunity foto bersama (Ft. Rochman)

KABARRAKTAT.ID, BANYUWANGI – Komunitas Ojek Online Grab melaksanakan bakti sosial berbagi dengan sesama, dikawasan Rogojampi, Banyuwangi Jawa Timur, Sabtu pagi (24/3/2018).

Read More

Mereka membagikan paket sembako kepada teman seprofesi, tukang ojek pangkalan, para tukang becak, dan supir angkutan umum di wilayah terminal Rogojampi.

30 driver Grab ikut serta memeriahkan bakti sosial bagian bisnis online yang cukup ramai di Banyuwangi. Mereka terlihat semangat dan akrab dengan sasaran bakti sosial. Apalagi agenda ini juga disaksikan oleh para petugas Satlantas Pos Polisi Lalu Lintas 905 Polsek Rogojampi.

Baca juga :

Mantan Suami Cemburu, Pria Tambong Jadi Korban

Illira Hotel Promo Kamar Rp. 605 Ribu Dua Bulan

Agenda ini merupakan sosialisasi antara ojek online Grab dengan para tukang ojek pangkalan, tentunya sesama profesi sebagai tukang ojek hendaknya tetap menjalin silaturahmi, saling menjaga kerukunan.

Salah satu driver berharap kepada sesama profesi pada saat dijalan, jika bertemu dijalan bisa saling mengenal, saling sapa sesama tukang ojek, namun semua itu sudah menjadi hak hak masing masing antara ojek online dan ojek pangkalan.

“Kalau ada penumpang di wilayah ojek pangkalan, ojek online ya harus mengerti, bahwa disitu ada ojek pangkalan dan tidak boleh menerima penumpang diwilayah itu, begitu juga sebaliknya jika penumpang online (customer) order kepada ojek online di non wilayah ojek pangkalan, ojek online bisa mengambil penumpang dan para ojek pangkalan tidak boleh memcegah ataupun memersulit ojek online”. papar Edy salah satu driver ojek online.

Yang menjadi konflik yang terjadi antara ojek pangkalan dengan ojek online yang ramai di media sebenarnya dilatar belakangi ketidaktahuan para driver ojek pangkalan dan juga ojek online, dengan kegiatan ini para driver online hanya ingin menciptakan kerukukan sesama ojek baik online atau umum.

Sementara, Kanit Lantas Polsek Rogojampi Ipda Heru Slamet mengatakan, “sesama pengais rejeki di jalan, jangan sampai ada mis komunikasi, pertengkaran, antara ojek online dan ojek pangkalan, jika terjadi seperti itu bisa menimbulkan situasi lalu lintas menjadi tidak kondusif,” ungkap Ipda Heru Slamet

“Dalam mengais rezeki tetap menjaga etika dijalan jangan sampai dilalaikan, karena semua pekerjaan di jalan seperti ini beresiko tinggi dengan membawa nyawa orang untuk sampai ke tempat tujuan, kedepannya bagi para pengais rejeki dijalan ini agar lebih tertib lagi dijalan raya dan tetap menaati peraturan lalu lintas di jalan raya,” tambah Heru.

Kegiatan ini juga mengakhiri operasi keselamatan Semeru 2018, yang dimulai sejak tanggal 5 hingga 25 maret 2018.

Reporter : Rochman

Editor : Suwongko

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *