Dua Oknum Mahasiswa Terciduk Saat Menjual Satwa Lindung

  • Whatsapp
Dua Oknum Mahasiswa Terciduk Saat Menjual Satwa Lindung
Dua Oknum Mahasiswa Terciduk Saat Menjual Satwa Lindung

BANYUWANGI – Ibarat pepatah jawa ‘ulo marani pentung’, itulah yang dilakukan dua oknum mahasiswa ini. Mereka menawarkan hewan yang dilindungi kepada petugas Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Merekapun harus berurusan dengan aparat hukum dan akhirnya meringkuk dalam penjara.

Kedua oknum mahasiswa itu diketahui bernama Fatih Mujabur Rahman Permono Putra, (20), warga Jatimulyo, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah dan Hafitalia, (22), warga Dusun Jelon, Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo.

Ceritanya, kedua mahasiswa ini datang ke sebuah rumah makan di wilayah Ketapang, Kecamatan Kalipuro pada Selasa (14/11). Mereka berdua langsung menawarkan seekor burung kakak tua warna putih jambul kuning yang merupakan satwa lindung. Celakanya mereka menawarkan burung itu pada dua petugas yang kebetulan makan di tempat itu. “Mereka menawarkan burung itu seharga Rp 3,2 juta,” ujar Kapolsek Kalipuro AKP Supriyadi.

Petugas BKSDA langsung mengecek apakah burung itu dilengkapi dokumen yang sah atau tidak. Ternyata kedua mahasiswa itu tak bisa menunjukkannya. Seketika itu juga petugas BKSDA berkoordinasi dengan Polsek Kalipuro yang lokasinya hanya beberapa ratus meter dari restoran tersebut.

Selanjutnya, petugas dari Polsek Kalipuro datang untuk mengamankan kedua mahasiswa itu beserta barang buktinya. Mereka langsung diperiksa dan dijadikan tersangka. “Dia kita jerat dengan pasal 2 ayat (2) huruf a Undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem,” tegasnya.

Tersangka kini harus mendekam dalm ruang tahanan Polsek Kalipuro. Dalam perkara ini Polisi menyita barang bukti berupa sepeda motor scoopy dengan nopol DK 2801 AAD yang dikendarai tersangka  dan burung yang hendak dijual. “Untuk burung kami titipkan ke BKSDA,” pungkasnya.

Reporter : Hujaini

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *