Dua Pemuda Benculuk Dihajar Anak Motor

2728 views
banner 468x60)
Pengeroyokan

Foto: Dua pemuda tersangka pengeroyokan (ist/Din)

KABARRAKYAT.ID – Hanya karena motor korban menyalip motor pengendara lainnya. Tiga pemuda diduga geng motor marah-marah dan main keroyok dua orang korbannya, M. Sulaiman (23) dan Hermanto (28) warga Krajan Desa Benculuk Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Akibatnya bagian wajah korban babak belur dan dilarikan ke pukesmas terdekat.

Tak terima perbuatannya, korban melapor ke Polsek Cluring, dan tak berapa lama para pelakunya berhasil diamankan, Selasa (26/2/2019). Dua pemuda itu, Presa Nugroho (22) warga Dusun Krajan Desa Plampangrejo Kecamatan Cluring, Riski Danu Ferdiawan (21) warga  Dusun Kaliboyo Desa Kradenan Kecamatan Purwoharjo, dan pelaku Galuh masuk DPO (daftar pencarian orang) karena kabur.

Kapolsek Cluring IPTU B. Madreias mengatakan peristiwa terjadi siang, jam 01.16 wib di SPBU Dusun Krajan Desa/Kecamatan Cluring.

Kronologis kejadian perkara, pelapor/korban pulang dari Jajag dengan naik sepeda motor berbonceng. Ada tiga pengendara motor didepannya. Selanjutnya pelapor/korban mendahului tiga pengedara tersebut. Disitu terjadi peristiwa pengeroyokan.

Akibat pemukulan tersebut korban Moh Sulaiman mengalami sakit dan luka pada bagian bibir atas pecah dan mengeluarkan darah, sedangkan korban Hermanto mengalami sakit dan luka pada bagian bibir atas  pecah dan mengeluarkan darah serta luka lecet di bagian pipi.

Barang bukti yang diamankan satu topi warna biru kombinasi putih bertuliskan BABSKING satu buah kaos lengan pendek warna hitam bertukiskan After Sundays, satu buah kaos lengan pendek warna hijau bertuliskan Halaska

Tindakan pelaku disangkan pasal yang dilanggar. Pasal 170 (1) KUHP, atau pasal 351 (1) KUHP. Dan dua tersangka langsung di Tahan Mapolsek Cluring.

Reporter: Din/Jaenudin

Editor: Choir

banner 468x60)

#geng motor #Kenakalan remaja #pengeroyokan benculuk #Polres Banyuwangi #Polsek Cluring

Author: 
    author

    Related Post

    banner 468x60)

    Leave a reply