Kamis, November 26, 2020
Beranda PERISTIWA HUKUM Dua Pengedar Pil Trex Ditangkap Satu Tersangka Ditetapkan DPO

Dua Pengedar Pil Trex Ditangkap Satu Tersangka Ditetapkan DPO

REPORTERRichard

Dua tersangka pengedar pil trex saat diperiksa di polsek Glenmore, Banyuwangi, Rabu(21/10/2020).

KABAR RAKYAT.ID – Peredaran obat dafrtar G umumnya disebut pil Trex, di Banyuwangi, Jawa Timur, nampaknya cukup marak. Lagi, dua  pengedar bersama barang bukti ratusan pil jenis Trihexyphenidyl ditangkap dalam sebuah operasi unit Narkoba Polsek Glenmore.

Upaya penindakan peredaran obat daftar G secara ilegal terus dilakukan kepolisian Polresta Banyuwangi. Dua pemuda Desa Hendrik Wahyudi (27) warga Desa Sumbergondo dan Ferry Pratama (26) warga Desa Rejosari, Kecamatan Glagah ditangkap setelah terbukti mengedarkan pil Trihexyphenidyl.

Kasus ini terungkap setelah mendapat informasi adanya pemuda membawa pil Trihexyphenidyl di kawasan Desa Sepanjang Kulon, Kecamatan Glenmore. Hasilnya polisi mendapati puluhan pil yang recananya digunakan untuk mabuk.

” Saat anggota patroli mendapati Son (20) keluar dari jalan setapak dalam kondisi mabuk. Begitu kita geledah ada 16 butir pil dalam kemasan plastik klip. Barang itu diakui membeli dari Hendrik Wahyudi seharga Rp.40 ribu. Berdasarkan keterangan itu unit reskrim Polsek Glenmore memburu pengedarnya”, beber Kanit Reskrim Ipda.Didik Hariyono, Rabu (21/10/2020).

Tidak butuh waktu lama polisi berhasil menangkap Hendrik di rumahnya di Desa Subergondo, Kecamatan Glenmore. Dari pengakuan tersangka obat tersebut dibeli dari jaringan pengedar di wilayah kota Banyuwangi.

” Dari pengakuan Hendrik kita kembangkan mengarah kepada tersangka baru Ferry. Saat itu anggota menyanggong di warung kopi di wilayah Glagah. Bahkan, undercover kita sebagai tamu wisata ke Ijen. Alhasil, tersangka Ferry berhasil kita congkon di rumahnya,” beber Ipda.Didik mendampingi Kapolsek Glenmore AKP.Basori Alwi.

Dari tangan Ferry polisi mengamankan barang bukti tambahan 116 (seratus enam belas) butir pil Trihexyphenidyl (trek) dalam kemasan 29 paket klip kecil masing-masing isi 4 butir, Uang tunai Rp.110.000,- (seratus sepuluh ribu rupiah), 2 (dua) bungkus rokok surya 12 dan 1 (satu) buah Handphone OPPO A7 wama biru. Dan menetapkan satu tersangka lain yang kini berstatus DPO ( daftar pencarian orang).

Kedua tersangka terbukti melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mengedarkan sediaan farmasi jenis Trihexyphenidyl yang tidak memenuhi standar persyaratan keamanan, khasiat, mutu yang tidak memiliki keahlian dan kewenangan serta ijin edar, sebagaimana Pasal : 196 Sub pasal 197 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Jo pasal : 55 ayat (1) ke 1e KUHP.

 

 

 

EDITORChoiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca