Dua Terduga Teroris Probolinggo Calon Pengatin

28 views
banner 468x60)

Sejumlah elemen masyarakat bersatu melawan aksi radikalisme dan pelaku teror di Probolinggo.  

KABARRAKYAT.ID, PROBOLINGGO – Upaya cepat aparat kepolisian menangkap tiga anggota teroris layak mendapat apresiasi. Terungkap  dua  terduga teroris diketahui adalah pasangan pengantin bom yang belum diketahui sasaranya.

Tersangka Muhammad Fatwa alias MF(24), diketatahui pendatang dari Tasikmalaya, Jawa Barat, dan menetap lama di Probolinggo. Ia masuk jamaah anshorut Daulah (JAD) memiliki posisi sebagai Amir (ketua) di Probolinggo.

Terduga Irvan Sudarianto alias IS(41) merupakan warga asli Probolinggo telah lama beraviliasi dengan kelompok radikal ini. Bahkan terungkap keduanya adalah sepasang pengantin bom.

“Kami belum tahu dimana target sasaran amaliyah. Semua masih dilakukan pwmeriksan oleh tim di Polda Jatim,” kata kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal, Kamis (17/5/2018) petang.

Dalam penggeledahan di rumah twrsangka Harit S. Arifin (39) alias HA, tercatat sebagai Guru berstatus PNS di Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo ditemukan bahan cairan berbahaya, sebuah busur panah, senjata airsofgun. Alat ini diduga sebagai senjata mereka untuk melakukan tindakan teror.

Baca juga :

“Masyarakat tetap tenang soal penangkapan pelaku teroris. Biarkan polisi bekerja dan jalankan aktifitas seperti biasanya. Aparat TNI/Polri senantiasa memberikan perlindungan dan jangan termakan provokasi yang menyesatkan,”tegas AKBP. Alfian Nurrizal.

Situasi kantibmas di Probolinggo terpantau normal seperti biasanya. Malahan, elemen masyarakat kian kompak dan menentang kelompok radikal pasca bom Surabaya, Minggu lalu.

Sebagaimana dikutip dari Tirto.id, Polisi menuding rentetan teror bom di Surabaya didalangi kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Nama ini menggantikan dominasi Jamaah Islamiyah (JI) dalam pemberitaan mengenai teror di Indonesia. Puncaknya setelah terjadi rentetan bom bunuh diri di Surabaya baru-baru ini.

Jika JAD terafiliasi dengan ISIS, JI menginduk pada al-Qaeda. Kelompok militan JI dilatih di berbagai medan, dari Afghanistan, Thailand, Malaysia, dan Filipina; sedangkan terduga teroris di Surabaya sejauh ini diduga kuat belum pernah ke Suriah.

Pengalaman tempur di medan-medan perang yang beragam ini membuat aksi-aksi teror JI bukan hanya lebih cermat, melainkan juga memiliki daya rusak yang luar biasa tinggi. Peneliti terorisme Al Chaidar menjelaskan serangan Bom Bali I dan II yang dilakukan JI berdaya ledak lebih tinggi dibandingkan teror di Surabaya yang menggunakan bom pipa. Bom Bali I, misalnya, dengan berat 6 ton berhasil menewaskan 202 orang.

Reporter   :  Richard

Editor       :  Choiri

banner 468x60)

#bom bunuh diri #calon pengantin #teroris asal probolinggo

Author: 
    author

    Related Post

    banner 468x60)

    Leave a reply