Ekspedisi Desa Tangguh Bencana Tsunami di Deklarasi dari Banyuwangi

170 views
Ekspedisi Destana Tsunami

Ekspedisi Destana Stunami di Banyuwangi. Ft. Fattahur/kabarrakyat.id

Upaya pemerintah membentuk sistem antisipasi penanggulangan bencana alama lewat Desa Tangguh Bencana (Destana)

KABARRAKYAT.ID – Ekspedisi Destana Tsunami bertema “Kita Siaga Alam Siaga Kita” di deklarasi di Pantai Boom Marina, Mandar Banyuwangi, Jum’at (12/7/2019).

Kegiatan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang diadakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), melibatkan unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sejumlah kabupaten Se Jawa Timur, relawan bencana, ORARI, RAPI, relawan dan aktifis penanggulangan bencana hadir, Gergatin Jawa Timur aktifis relawan bencana distabilitas, kelompok nelayan, memeriahkan Ekspedisi Destana Tsunami,

Hadir Kepala BNPB Letjen (TNI) Doni Monardo, Kepala BMKG Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc, Ph.D, Gubernur Jawa Timur di wakili Bakorwil III Malang R. Cahyo Widodo, Bupati Banyuwangi diwakilo Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko, Forpimda Banyuwangi, perwakilan Kementrian Desa Tertinggal, Polda Jawa Timur, Pangdam V Brawijaya, perwakilan kementrian sosial,

Penyelenggara, Ekspedisi Destana Tsunami yang digelar menyampaikan terbentuknya desa tangguh bencana, bagian dari intervensi pemerintah untuk menciptakan managemen penanggulangan bencana di desa dan kelurahan yang masuk kategori rawan bencana.

Ada empat segmen kegiatan Ekspedisi Destana Tsunami diantaranya, Jawa Timur, Jawa Tengah dan DIY Yogyarta, Jawa Barat.

Kegiatan di mulai Jum’at – Senin 12-17 Juli 2019, didalamnya akan dilaksanakan berbagai kegiatan olah raga tangguh, tanam pohon bela alam, menjaga lingkungan, sumber air dan sungai.

Gubernur Jawa Timur di wakili Bakorwil III Malang R. Cahyo Widodo menyampaikan salam dari Gubernur Jawa Timur, Hj. Khofifah Enggar Parawangsa yang mendukung kegiatan Ekspedisi Destana Tsunami. Yang medeklarasi Masyarakat Jawa Timur Bela Alam.

Ft. Fattahur/kabarrakyat.id

Pemasangan tanda atau pengumuman di Pantai Boom Marina, Banyuwangi oleh BNPB, BMKG, BPBD Jawa Timur, Relawan tanggap bencana. Ft. Fattahur/kabarrakyat.id

Kepala BNPB Letjen (TNI) Doni Monardo menyampaikan dalam sambutannya, bahwa ada kirang lebih 180 jiwa terbesar jadi korban bencana. Terbesar di Aceh. Indonesia termasuk wilayah korban tertinggi di dunia. Hal ini jadi pijakan awal untuk menyusun antisipasi agar korban lebih kecil.

Harapannya, BNPB, BPBD se Indonesia harus bisa menyampaikan potensi masing masing yang mengarah ancaman bencana. Mulai kekeringan, puting beliung, tsunami dan gempa, serta gunung meletus dan lainnya.

Beberapa pakar bencana, lanjut Doni, sudah banyak melakukan penelitian terhadap daerah yang berpotensi bencana.

“Ajarkan pada masyarakat cara cara yang mudah dan prakteknya termudah. Tidak mengajarkan teori semata. Misal, ada getaran gempa atau tsunami. 30 menit harus meninggalkan bibir pantai dan menuju tempat tinggi kurang 30 derajat,” ungkapnya menyampaikan pada relawan.

“Tsunamo adalah ‘mesin’ paling mematikan di dunia,” imbuhnya.

Diakhir Ketua BNPB memuji semangat prakirawan almarhum Sutopo, yang terus mengabarkan kondisi alam pada masyarakat.

Reporter: Coi/Choiri

Editor: Richard

#Banyuwangi #bmkh #BNPB #bola ketangguhan #desa tangguh bencana #destana

Author: 
    author

    Related Post

    banner 800x600)

    Leave a reply