Selasa, November 24, 2020
Beranda JATIM KAB KEDIRI Elemen Masyarakat Kediri Deklarasi Relawan Bumbu Kosong

Elemen Masyarakat Kediri Deklarasi Relawan Bumbu Kosong

REPORTERMuajijin/Jin

KABAR RAKYAT – Merasa demokrasi dan kedaulatan rakyat terciderai, karena adanya calon tunggal pada Pemilihan Bupati (Pilbup) dan Wakil Bupati Kediri tahun 2020.

Sejumlah elemen masyarakat mendeklarasikan diri menjadi ‘Koalisi Relawan Pemenangan Bumbung Kosong di Kabupaten Kediri’, bertempat di Desa Kranggan, Kecamatan Gurah, Rabu malam (4/11/2020).

Koalisi Relawan Pemenangan Bumbung Kosong ini terus bergerak untuk memenangkan bumbung kosong. Alasan filosofisnya karena mereka merasa bahwa demokrasi dan kedaulatan terciderai.

Padahal rakyat punya hak untuk memilih, rakyat itu punya hak untuk mencalonkan pemimpin yang diinginkan tetapi itu semua diambil alih oleh partai politik.

Koordinator Koalisi Relawan Pemenangan bumbung kosong Rahmad Mahmudi mengatakan, dulu ada 15 lebih nama bakal calon yang running daftar di berbagai partai politik, tapi faktanya partai politik itu justru satu suara kepada satu nama, yang sebetulnya tidak pernah running di daerah di penjaringan itu.

“Sisi demokrasinya itu terciderai rakyat merasa seperti itu, harusnya partai politik itu mendengar aspirasi dari rakyat, wong partai politik itu gede karena rakyat kok tiba-tiba kemudian dia meninggalkan rakyat,” terang Rahmad Mahmudi usai acara deklarasi.

Rahmat menambahkan, pertemuan dan deklarasi ini untuk menyatukan konsolidasi di antara teman-teman relawan yang selama ini bergerak sendiri-sendiri.

“Kita ingin pergerakan dari relawan ini nanti menjadi menyatu, terkoordinir rapi menyusun target bersama berbagi tugas bersama, karena kita tahu kita sadar bahwa kalau kita tidak mengorganisir diri, memenangkan bumbung kosong ini bukan hal mudah, tetapi karena teman-teman memiliki tujuan yang sama, para relawan itu dan kemudian ada kesadaran untuk bisa berkoordinasi akhirnya mendeklarasikan diri.” pungkasnya.***

EDITORSetiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca