Selasa, November 24, 2020
Beranda JATIM BANYUWANGI Fashion Show, East Java Fashion Harmony 2020 Angkat Filosofi Batik Gringsing

Fashion Show, East Java Fashion Harmony 2020 Angkat Filosofi Batik Gringsing

KABAR RAKYAT – Fashion Show bertema Batik Gringsing dipagelaran East Java Fashion Harmony 2020 berlangsung apik dan indah. Mengandalkan alami pantai Pantai Solong Banyuwangi dan ombak lautan Selat Bali, digelar kawasan Villa So Long, (14/11).

Tema Batik Gringsing dalam East Java Fashion Harmony bukan tanpa alasan. Namun tema ini sengaja diangkat guna mengangkat filosofi Batik Gringsing sebagai wujud doa kemanusiaan untuk dunia dari Jawa Timur.

Filosofi ini diambil dari kebiasaan Pembatik Gringsing yang kerap membatik dengan membacakan kalimat doa.

Kekuatan doa pembatik Gringsing yang disematkan dalam sebuah karya seni membatik menjadi wujud ikatan kuat perajin pada pemiliknya, bahkan pada orang lain yang menggunakannya nanti.

fashion show batik jatim di Banyuwangi
Foto. Istimewa

Bagi warga Osing Banyuwangi, Seni Batik Gringsing bermakna ‘gring’ yang berarti sakit dan ‘sing’ yang berarti jangan. Maka ‘gringsing’ memiliki makna ‘Jangan Sakit’.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat hadir dalam East Java Fashion Harmony 2020 mengatakan bahwa gelaran ini sengaja dilakukan tidak di dalam gedung melainkan di ruang terbuka.

Hal ini dibuat karena saat ini masih suasana adaptasi baru pandemi Covid-19, dan dibutuhkan untuk diselenggarakan pada di tempat yang aman dan nyaman.

fashion show batik jatim di Banyuwangi
Foto. Istimewa

East Java Fashion Harmony 2020 ini menelusuri jejak Batik Gringsing Jawa Timur di sembilan daerah. Yaitu seperti Sidoarjo, Mojokerto, Lamongan, Tuban, Tulungagung, Trengalek, Pamekasan, Bangkalan, dan Banyuwangi.

Total ada 12 desainer dari Jawa Timur yang berpartisipasi dalam East Java Fashion Harmony 2020 yang membawakan rancangan desain dengan tema yang berbeda-beda dan filosofi masing-masing.

Perlu tahu, bahwa batik Jawa Timur bukan hanya menampilkan keunggulan dan keelokan motif yang beraneka ragam. Namun punya histori tinggi akan nilai-nilai leluhur. Yang kemudian dinarasikan di atas canting para perajin batik tulis.

Baca :

“Banyak di antara kita yang harus kembali memanggil memori bahwa berbagai seni, kearifan lokal banyak dituliskan di atas canting oleh para pembatik. Termasuk para kreator yang memungkinkan bersinergi dengan desainer dan produsen batik di Jatim,” kata Khofifah.

fashion show batik jatim di Banyuwangi
Foto. Istimewa

Mantan Menteri Sosial ini menegaskan bahwa penyelenggaraan East Java Fashion Harmony 2020 yang dihelat outdoor menjadi bentuk kepatuhan Pemprov Jatim terhadap protokol kesehatan.

Dimana protokol kesehatan ditegakkan ketat. Pengunjung dan juga partisipan seluruhnya harus non reaktif dalam rapid test dan dipastikan sehat. Semua yang hadir di lokasi fashion show wajib bermasker atau menggunakan face shield.

“Ini win win profit yang kita coba berikan. Bahwa kreatifivtas dan inovasi tetap mendapatkan ruang saat pandemi covid-19,” pungkas Khofifah.

East Java Fashion Harmony turut dihadiri Puteri Indonesia 2020, Rr Ayu Maulida sebagai model utama. Selain itu juga turut didampingi sejumlah model lokal. Gelaran ini menampilkan kreasi dan inovasi dari 12 perajin, desainer dan kreator batik.***

EDITORSetiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca