Forkopimda Bondowoso Folow Up Gerakan Santri Bermasker

  • Whatsapp
Wabup Irwan bersama jajaran Forkopimda bersama tokoh agama dan Pengasuh Ponpes di Kabupaten Bondowoso mengikuti video conference bersama Kapolda Jatim di Polres Bondowoso untuk pencanangan gerakan santri bermasker.

Vidcon Bersama Kapolda Jatim

KABAR RAKYAT – Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Bondowoso dan meluaskan Gerakan Santri Bermasker. Jajaran Forkopimda bersama Tokoh Agama dan Pengasuh Ponpes mengikuti Vidcon bersama Kapolda Jatim bertempat di Loby Sanika Satyawada Mapolres, Kamis (25/2).

Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Bupati H Irwan Bachtiar Rahmat, Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz, Dandim 0822 Letkol Kav Widi Widayat, Kemenag Bondowoso H Sholihul Kirom, Ketua MUI KH Asy’ari Fas’ya, Ketua PCNU, Ketua Muhammadiyah dan beberapa para Pengasuh Ponpes di Kota Tape ini.

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan tersebut pun turut pula dihadiri oleh beberapa santriwan dan santriwati. Yang mana pada kesempatan itu mereka membacakan lima poin ikrar mendukung gerakan santri bermasker.

Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz saat dikonfirmasi menyampaikan, kegiatan tersebut diinisiasi oleh Forkopimda Jawa Timur, yang nantinya akan ditindak lanjuti di tingkat kabupaten.

“Kedepannya akan di follow up ditingkat kabupaten. Sehingga kita akan mengumpulkan pengasuh Pondok Pesantren dan memberikan masker untuk Pondok Pesantren,” katanya.

Diharapkan, dengan gerakan santri bermasker itu, Pondok Pesantren di Kabupaten Bondowoso bisa mengikuti Protokol kesehatan. Sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Kapolres Erick menjelaskan, dimana sebenarnya sejak awal pihaknya telah bergerak menggalang komunitas. Namun menurutnya, komunitas santri juga memiliki jumlah yang cukup besar.

Akan hal itu, pihaknya akan menghimbau kepada santri agar juga mematuhi protokol kesehatan Covid-19. “Sehingga kita perlu juga menyampaikan kepada santri agar juga mengikuti protokol kesehatan,” urainya.

Ia pun menerangkan, dalam program tersebut, pihaknya bergabung dengan Satgas Covid-19 di Kabupaten Bondowoso. “Perannya bergabung dengan Satgas. Jadi kita bergabung dengan Satgas,” terangnya.

Sedangkan, terkait dengan jumlah pesantren yang akan menjadi sasaran gerakan santri bermasker tersebut belum diketahui. Hal itu, menunggu kegiatan yang akan dilaksanakan di tingkat kabupaten.***

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *