Selasa, November 24, 2020
Beranda KEBIJAKAN Formasa Demo Pupuk Subsidi ke Dinas Pertanian Sampang

Formasa Demo Pupuk Subsidi ke Dinas Pertanian Sampang

REPORTERJamaluddin

KABAR RAKYAT – Forum Mahasiswa Sampang (FORMASA) unjuk rasa di kantor Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten, Kamis (12/11/2020) 10.30 Wib.

Pantauan Kabar Rakyat, unjuk rasa diawali long march dari Taman Bunga Jalan Jamaluddin menuju ke kantor Dispertan di Jalan Jagung Suprapto. Seperti biasa mereka membawa atribut bertuliskan “Kartu Tani Bikin Ruwet Petani” dan berbagai ungkapan lainnya.

Korlap pendemo, Arifin saat berorasi minta pertanggungjawaban Dinas Pertanian atas kelangkaan pupuk dan mahalnya harga pupuk jadi problem yang tak kunjung terurai.

“Temuan kami dari 180 Desa dari 6 kelurahan, petani kesulitan mendapatkan pupuk, Kami pertanyakan kinerja Dinas Pertanian dalam probelum pupuk ini,” katanya.

Arifin menegaskan terkait dengan kelangkaan Pupuk dan mahalnya Pupuk hal itu tidak berpihak kepada para Petani. Melanggar sila ke Lima Pancasila “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”

“Ketika petani mau beli sudah membawa KTP dan KK ke Kios ternyata tidak terdaftar di e-RDKK, jadi harus beli kekelompok Tani, disitu kami curiga ada dugaan ‘kong kalikong’. Yang bisa beli pupuk subsidi hanya orang tertentu yang dekat kekuasaan di desa,” ungkap Arifin mengumbar temuan mahasiswa.

Mahasiswa ini, menemukan mahalnya pupuk subsidi, yang dijual bervariatif. Satu sak pupuk Urea Rp. 125 ribu hingga Rp. 130 ribu. Pupuk SP36 di jual Rp. 150 ribu hingga Rp. 160 ribu.

aksi demo mahasiswa sampang
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sampang Suyono menemui massa demo

Para pendemo ini menganggap aturan baku yang berdasar Permen Nomor 1 Tahun 2020 untuk Pupuk urea persaknya isi 50 kg, perkilonya Rp 1.800 jadi kalo dijumlah harganya menjadi Rp. 90 ribu persaknya dan Pupuk SP36 perkilonya Rp 2000 jadi Kalikan 50 kg jumlahnya Rp 100 ribu.

Lanjut Arifin atas keterpihaknya FORMASA kepada kondisi petani di Sampang, mestinya Dinas Pertanian segera koreksi ambil sikap dan tidak terkesan tutup mata. Sesuai ketentuan Permen Nomor 1 Tahun 2020 Pasal 6, memberikan pelayanan yang benar terhadap Petani dan mengontrol Kebijakan Harga Eceran Pupuk, sesuai pasal 15 tentang harga eceran tertinggi serta mendistribusikan Pupuk secara merata.

Tuntutan massa aksi dari mahasiswa ini ; Pertama Dinas Pertanian harus tanggung jawab mahalnya pupuk subsidi. Ke Dua, Evaluasi kinerja Balai Pelatihan Pertanian (BPP) dan Badan Penyuluhan Peryanian (BPL) secara tegas. Ke Tiga Dinas Pertanian harus usut tuntas benih padi gratis yang dijual belikan oknum. Ke Empat, Jika tidak sanggup massa pendemo meminta pejabat Dinas Pertanian mundur.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sampang Suyono saat menemui Mahasiswa mengucapkan berterima kasih dan sangat mengapresiasi kepada Mahasiswa yang telah menyuarakan suara petani

“Kaitannya dengan Pupuk untuk alokasi Pupuk di Sampang sudah ditentukan oleh pusat berdasarkan usulan yang kita buat sesuai dengan e-RDKK,” kata Suyono kepada mahasiswa.

Saat ini pupuk mengalami transisi karena ada kebijakan dan peraturan karena dari bawah belum siap. Pihaknya berusaha menggerakkan mengikuti kebijakan baru.

“Namun saya tegaskan pupuk tidak mengalami kelangkaan, kemaren kita mendapatkan tambahan dari Kementrian Pertanian sebanyak 1.775 tanggal 5 Oktober kemaren dan sekarang posisi di masing-masing Kios ada,” tuturnya.

Suyuno menjelaskan Pupuk subsidi diperuntukkan bagi Petani yang terdaftar di eletrik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok e-RDKK per tanggal 20 juli Tahun 2017. Aksi demo berjalan tertib setelah mendapat penjelasa.***

EDITORSetiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca