Fraksi Menyapa, Jadi Agenda Rutin 12 Politisi PDI Perjuangan Banyuwangi

  • Whatsapp
Adem Cahyana Negara (7)

KabarRakyat.ID – Fraksi Menyapa, akan jadi agenda rutinan 12 anggota DPRD Banyuwangi Fraksi PDI Perjuangan (F-PDIP) road show bertatap muka langsung dengan masyarakat di dusun dan desa/kelurahan se Banyuwangi.

Fraksi Menyapa, diluar Reses DPRD. Tehnis agenda Fraksi Menyapa, menggunakan kekuatan Gotong Royong. Karena sumber kekuatan PDI Peruangan sesuai arahan Ibu Ketua Umum Megawati Soekarno Putri ini adalah Gotong Royong. “Gotong Royong PDI Perjuangan tidak mudah ditenggelamkan,” ujar Made Cahyanan Negara disela jalan-jalan ke Dusun Guwo Timur, Desa Grogol, Kecamatan Giri, (11/2/2020) malam.

Read More

Rencana Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Banyak masyarakat yang menyampaikan pada wakil rakyat akan minimnya kondisi infrastruktur di desa-desa. Sindiran masyakat bermacam-macam terhadap pemerintah khususnya wakil rakyat di DPRD. Maka itu, demi menunjang semangat pemerintah membangun infrastruktur dan SDM, agenda Fraksi Menyapa dirasa cukup efektif.

Adem Cahyana (2)
Ibu Khomsatun mengaku tak dapat rantang kasih. Made Cahyana Negara melihat KTP di Dusun Guwo Timur, Desa Grogol, Giri.

Teskis, Fraksi Menyapa. Ketua DPRD Made Cahyana Negara jalan-jalan di Desa Grogol. Menyusuri jalan dusun, berhenti untuk dialog dengan masyarakat dusun/desa pada malam hari, 20.00 WIB. Meski jalan makadam, berlumpur, tidak beraspal melintasi perkebunan dan persawahan tanpa lampu penerangan jalan. Terlihat penduduk tenang listrik desa sudah masuk. Rumah juga terlihat sudah bertembok. Sedikit ada warga kurang beruntung Ibu Khomsatun (56) dan Ibu Saiyah (71). Kisah anak tiri, janda tak beranak dan ibu tirinya.

Khomsatun hidup sendiri di rumah terbuat dari anyaman bamboo. Tak ada fasilitas ruang MCK. Sedangkan Saiyah, pernah menerima bedah rumah, kondisnya tanpa MCK. Keseharian untuk menyambung hidup dari bantuan tetangga dan bila sapu lidi seharga pasaran buatannya terjual. “Pedamelan, boten tentu. (pekerjaan tidak menentu). Bikin sapu lidi, buru tani,” kata Khomsatun.

Bantuan sembako dan alat dapur buah tangan yang dibawa rombongan. Jadi kegembiraan Khomsatun dan ibu tirinya, Saiyah. “Semoga manfaat ya.. bu,” kata Made Cahyana, yang awalnya tidak mengatakan dirinya pejabat Ketua DPRD Banyuwangi.

Adem Cahyana Negara (5)
Made Cahyana Negara bersama Ketua RT dan tokoh dusun Guwo Timur.

Tidak berapa lama, Pak Minto, Ketua RT. 01 RW. 01 datang bersama beberapa warga. Menceritakan, Ibu Khomsatun ini tinggal sendiri, tidak punya anak. Rumahnya ini, numpang milik ibu tirinya. “Kondisinya ya.. seperti itu. Tidak ada gas LPG 3kg, kalau masak pakai kayu bakar. Pekerjaannya, bikin sapu lidi, kadang ikut buruh tani,” ungkapnya.

Seorang warga Saiful, yang mengenal Made Cahyana Negara, sebagai anggota DPRD, mengatakan selain Khomsatun ada dua orang lagi yang hidupnya numpang di dapur warga. Mereka janda tua, hidup sebatang kara. “Ada tiga orang, seperti ini (Khomsatun, red). Saya bersedia, kalau ada bedah rumah, tanah saya prihadi dibangun rumah tiga kamar. Biar ketiganya bisa tinggal bersama-sama,” kata Saiful.

Menanggapi itu, Made Cahyana Negara, mengamini akan diwujudkan lewat gotong royong. “Coba kalau sudah bersedia tempatnya. Kepala Desanya diajak ngomong. Kalau boleh, nanti biar kami pikul gotong royong dengan lainnya. Kontak saya ya,” kata Made Cahyana Negara, sambil berpamitan.

Reporter: Fattahur

Editor: Choiri   

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *