Friday, October 30, 2020
Home HOT NEWS Frekuensi Giat Operasi Yustisi Jatim Terbanyak Se Indonesia

Frekuensi Giat Operasi Yustisi Jatim Terbanyak Se Indonesia

- Advertisement -
Gubernur Khofifah: Petugas Tidak Hanya Menindak, Kita Juga Beri Reward. Hasilnya kini Rate Of Transmission Jatim dibawah 1 selama 14 hari

KABAR RAKYAT – Operasi Yustisi terhadap kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan terus dilakukan Pemprov Jatim bersama Forkopimda. Mulai, 14 September 2020, tercatat operasi yustisi dilaksanakan 74.694 titik di Jatim, hingga Minggu (4/10) kemarin.

Dari 74 ribu titik operasi yustisi tercatat 1.061.014 penindakan dilakukan baik teguran, denda administrator hingga kerja sosial. Angka itu tercatat sebagai jumlah penegakan disiplin yustisi dan penindakan pelanggar prokes tertinggi di Indonesia.

“Jadi sampai 4 Oktober kemarin sudah ada 1.061.014 yang ditindak. Baik teguran, kerja sosial dan denda administratif,” ungkap Gubernur Jatim Khofifah kepada Menko Maritim dan Investasi Luhut B. Pandjaitan dalam Rakor Virtual Operasi Perubahan Perilaku di Gedung Grahadi Surabaya, Senin (5/10) malam.

Dari operasi yustisi tercatat sanksi penghentian sementara terhadap 56 tempat usaha serta tindak hukuman kurungan kepada empat orang pelanggar protokol kesehatan.

Pendekatan humanis juga dilakukan petugas yustisi. Tak hanya tindakan para pelanggar prokes, Gubernur Khofifah menyampaikan petugas juga memberi reward berbasis kearifan lokal warga yang patuh protokol kesehatan.

“Saat operasi yustisi, diberikan reward bagi warga patuh prokes. Sama-sama dihentikan di jalan, tapi yang pakai masker diberi hadiah,” ujar Gubernur perempuan pertama Jatim ini.

Pemberian reward ini merupakan cara mengedukasi masyarakat. Terlebih pemberian reward bisa menjadi apresiasi atas kepatuhan masyarakat turut upaya penurunan penyebaran Covid-19.

Hasil dari Operasi Yustisi ini, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa kurva kasus positif cenderung melandai. Selain itu, Rate of Transmission atau tingkat penularan Jatim telah dibawah 1 selama 14 hari, per hari Senen (5/10).

Rate of Transmissionnya adalah 0.93. Artinya penyebaran kasus relatif terkendali. Di samping itu, Positivity Rate Jatim minggu ini 10% dari yang sebelum operasi Yustisi 16%. Artinya makin banyak yang dites, makin sedikit kasus yang ditemukan.

Prestasi Pemprov Jatim diapresiasi oleh Menko Luhut. Dalam arahannya, Menko Maritim menerangkan pihaknya bersama Satgas Pusat menggunakan Operasi Perubahan Perilaku yang berbasis Artificial Intelligence atau kecerdasan Buatan untuk memonitor operasi Yustisi secara Nasional.

Dalam laporan aplikasi, Jawa Timur tercatat wilayah dengan pelaksanaan operasi Yustisi yang terbanyak dan merata di semua daerah dibandingkan wilayah lain di Indonesia.

Selain itu, Jumlah keterlibatan TNI – POLRI di Jatim yang terbesar dibandingkan provinsi lain. Menko Luhut menyampaikan upaya tersebut membawa hasil yang cukup menggembirakan, laju kasus di Jatim pun cenderung flat hingga menurun.

Pada operasi yang melibatkan Satgas Pusat, TNI, Polri dan Satpol PP ini menggunakan sistem aplikasi terpadu yang berbasis laporan real time di lapangan.

Melalui pelaporan secara real time, para kepala daerah diharap bisa memantau jalannya operasi yustisi bahkan bisa sebagai tolak ukur dalam meningkatkan keefektifitasan protokol kesehatan.

“Saya mohon kepada setiap Gubernur untuk bisa mengimplimentasikan sistem perubahan perilaku ini,” tuturnya.

Bahkan di dorong agar setiap kepala daerah berlomba untuk terus meningkatkan jumlah Operasi Perubahan Perilaku, dimana nantinya akan ada reward kepada daerah yang terus melakukan peningkatan.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca