Sunday, October 25, 2020
Home JATIM BANYUWANGI Gandeng Hotel Berbintang, Perupa On The Sport Solusi Pandemi COVID-19

Gandeng Hotel Berbintang, Perupa On The Sport Solusi Pandemi COVID-19

- Advertisement -

On the Spot ‘Lencir Kuning Part #2’ Langgar Art.

KABAR RAKYAT – Puluhan perupa Banyuwangi menggelar On the Spot mengambil tema ‘Lencir Kuning Part #2’ di Langgar Art, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi Kota, Jawa Timur.

Lencir Kuning (istilah Osing) bermakna Perempuan dan Bunga sebagai obyek lukisan di era new normal COVID-19 menjadi pembeda karya perupa bumi Blambangan sebelumnya.

Pesan emansipasi dan peran perempuan menjadi obyek bersama dalam on the spot 50 perupa Banyuwangi, Minggu ( 27/9/2020).

Kegiatan yang diinisiasi Langgar Art pemerhati sekaligus perupa
Windu PR, N. Kojin bersama inspirator Imam, menjadi pesan penting bahwa, pelukis Banyuwamgi makin eksis.

BacaLanggar Art Banyuwangi Mendapat Kunjungan Tamu Kementrian PU

Dalam kondisi sulit perupa Banyuwangi terus memgekplore potensi. Mereka mengakui di masa pandemi tidak mudah bagi senimam. Namun melalui on the spot kali ini perupa bumi Blambangan mencoba membedahnya.

Perupa Banyuwangi On the Spot di Langgar Art. Foto. Yusuf.

Salah satunya merangkul manajemen hotel berbintang di Banyuwamgi bisa bersinergi dan sama mencari peluang.

” On the spot kali ini mencoba bersinergi dengan pelaku usaha perhotelan. Kami ingin sama mencari solusi di tengah pandemi bagaimana hasil karya perupa bisa dipamerkan di hotel. Dengan begitu hasil karya perupa Banyuwangi bisa laku terjual,” kata Windu Pr.

On the spot kali ini bagian regenerasi Maesto seni lukis Moezes Misdy juga legenda hidup perupa Banyuwangi. Moezes mengaku bangga dengan trobosan pelukis muda.

BacaAnggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Mufti Anam Peduli Seniman Tangguh Banyuwangi

Perupa Banyuwangi On the Spot di Langgar Art. Foto. Yusuf.

” Siapa pun kepala daerahnya tidak boleh mengabaikan budaya. Unsur budaya bagian kasanah peradapan manusia yang memiliki nilai seni. Program budaya harus ada dan dilestarikan. Pelukis adalah seniman yang terus berusaha menjaga nilai budaya sebagai kekuatan kreatifitasnya,” ungkap Moezes Misdy.

Lanjut Mozes, perupa harus memilik misi dan visi bukan sekendar menghasilkan gambar.

“Saya terpanggil untuk melahirkan regenerasi pelukis Banyuwangi. Apa yang kau berikan kepada daerahmu, negaramu dan bangsamu. Perupa juga harus mengambil peran melalui dunia seni”, ungkap sang maetro.

Apa yang disampaikan perupa muda Banyuwangi dan tentu rekomendasi Moezes Misdy mematik perhatian Imam Sumantri pengelola Royal Hotel, pihak sangat tertarik terlibat mempromosikan karya seni Banyuwangi.

BacaKapolresta Banyuwangi Gandeng Maestro Pelukis Bentuk Seniman Tangguh

Perupa Banyuwangi On the Spot di Langgar Art. Foto. Yusuf.

“Bisnis parawisata sangat terpukul dengan kondisi pandemi covid -19. Kita tidak boleh menyerah inovasi dan mencari trobosan terus kami lakukan. Apa yang dilakukan perupa Banyuwangi bagian dari mencari solusi dan ini bisa disinergikan dengan pelaku usaha perhotelan. Kami cukup tertarik dengan strategi pelukis disini”, terang Imam Sumantri.

Kolaborasi antar pengelola hotel dengan perupa Banyuwangi diamini Yosi manager Aston Hotel. Gayung bersambut konsep yang ditawarkan teman-teman cukup menarik direaliasikan.

Bahkan Yosi mendoromg setiap hotel memberikan ruang display karya perupa. “Saya pikir harapan teman -teman perupa Banyuwangi bisa difasilitasi setiap hotel. Ada sisi yang bisa dikolaborasikan bersama,” cetus Yosi Yange dapat respon positip perupa Banyuwangi.

Owner Langgar Art Imam konsep on the spot yang sengaja digelar untuk memberikan ruang lebih kepada perupa Banyuwangi untuk tetap produktif di tengah kesulitan.

BacaMenkominfo : SMSI Harus Sehatkan Demokrasi Lawan Hoax

“Harapan kami dengan banyak terobosan akan menambah nilai tambah kepada perupa. Kondisi hari ini membutuhkan kebersamaan dalam banyak hal,” ujar Imam.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca