Rabu, November 25, 2020
Beranda JATIM BONDOWOSO Gereja Bersejarah akan Direnovasi,  FKUB Koordinasi Bersama Pemkab Bondowoso

Gereja Bersejarah akan Direnovasi,  FKUB Koordinasi Bersama Pemkab Bondowoso

REPORTERIfa Bahsa

KABAR RAKYAT – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bondowoso tengah berkoordinasi dengan dewan penasehat dan pemerintah daerah untuk merehabilitasi tempat ibadah Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Jalan A. Yani.

KH. Syaiful Haq, Ketua FKUB Bondowoso menegaskan, rehabilitasi gereja tersebut jangan sampai dirombak total karena memiliki nilai sejarah dan sangat disakralkan.

” Umurnya sudah 100 tahun. Sangat tua. Itu kita ikut ngemani. Dan mungkin satu-satunya di Bondowoso,” tandasnya usai pertemuan FKUB dan Dewan Penasehat dalam rangka peningkatan kerukunan umat beragama, di peringgitan Bupati Bondowoso, Rabu (14/10/2020).

Selain itu, Syaiful menjelaskan bahwa gereja tua tersebut juga akan diperluas mengingat jumlah jemaat semakin banyak. Meski begitu, perluasan itu jangan sampai merubah bentuk dan memindah lokasi bangunan.

” Jadi diarahkan kepada kondisi tanah yang memungkinkan untuk memperluas gereja. Tapi tetap satu kesatuan dengan bangunan induk,” ungkapnya.

Poin lainnya, lanjut Syaiful, perluasan gereja jangan sampai terpisah dengan bangunan induk. Kalau tidak, maka dibutuhkan ijin baru. Karena menurutnya, setiap pembangunan tempat ibadah melalui FKUP dipastikan tidak menyisakan masalah.

” Insya Allah sama-sama puas. Masyarakat akan puas pihak gereja juga puas atas rekomendasi FKUB,” katanya.

Sementara itu, Pendeta Pdt. Jeffry Rindengan menjelaskan koordinasi FKUB kali ini dalam upaya membangun kerukunan antar umat beragama di Bondowoso yang sudah terjalin baik. Selama ini pihaknya terus berupaya untuk mendukung semua kegiatan FKUB, membangun hubungan dengan pemerintah dan tokoh-tokoh agama di Bondowoso. Bahkan, selama pandemi Covid-19, pihaknya terus mendorong umat Kristiani untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan.

” Dalam semua kegiatan. Baik kegiatan keagamaan maupun kegiatan di tempat kerja atau di rumah masing-masing,” tuturnya.

Lebih jauh, Jeffry mengatakan bahwa keberadaan FKUB sangat penting. Pasalnya jika ada hal-hal yang dapat memicu konflik antar umat atau antar agama, FKUB bisa segera mengambil sikap untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

EDITORSetiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca