Grand Watu Dodol, Dahulu Kumuh Sekarang Pantai Terbersih ASEAN

  • Whatsapp
Wisata GWD. Foto. Dok.

KABAR RAKYAT – Grand Watu Dodol, disebut Wisata GWD merupakan salah satu destinasi wisata pantai yang masuk kedalam objek wisata unggulan di Banyuwangi karena keistimewaan pantainya.

Pantai yang terletak di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo ini, juga menjadi salah satu titik penilaian dalam ajang ASEAN Tourism Standard Award 2018 yang digelar di Chiang Mai, Thailand, pada 22-26 Januari 2018.

Bacaan Lainnya

Dan hasilnya pantai Grand Watu Dodol mengantarkan Banyuwangi menyabet predikat ASEAN Clean Tourist City diterima oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi.

Taman Bunga di Wisata Pantai GWD

Kalau kita melihat fakta sejarahnya, mungkin kita semua tidak akan mengira kalau pantai yang dulunya kotor dan tanah yang masih tandus, di sulap menjadi destinasi wisata unggulan di Bumi Blambangan.

Nama Watu Dodol memang sudah lebih dulu terkenal di kalangan masyarakat Indonesia, karena siapapun yang hendak bepergian atau berwisata di Banyuwangi maupun ke Bali, dapat melihat batu besar di tengah jalan nasional yang menjadi tanda memisahkan antara hutan dan lautan Selata Bali, pemandangan pulau Bali.

Baca : Cabai Sumedang Melimpah Ruah

Versi cerita rakyat, Watu artinya batu yang besar dan ‘dodol’ di bongkar. Hanya satu titik batu yang tidak bisa di bongkar sampai sekarang masih abadi.

Wisata GWD
Wisata GWD

Memang dahulu, sekira jaman penjajahan lewat kerja paksa Belanda membuat jalur akses pantai utara (Pantura) dari wilayah Besuki, Situbondo tembus Banyuwangi untuk transportasi ekonomi mengangkut hasil bumi.

Seiring berjalannya waktu, gerakan sadar wisata di gaungkan oleh Bapak Aziz dan mengajak rekannya untuk berjuang menghadirkan perubahan besar di area Watu dodol.

Baca : Menkop UKM RI Membawa Misi Sejahterakan Nelayan Banyuwangi

Hingga mempunyai ide membuat destinasi wisatas di area Watu Dodol yang sebelah utara. Perjuangan mereka merawat pantai serta keindahan dasar laut dengan tidak mengebom saat mencari ikan.

Spot Selat Bali

Diceritakan Bapak Aziz dan Mas Rudi, Koordinator dan Pengelola GDW. “Dulu, Kita ini butuh waktu bertahun tahun untuk mencapai masa seperti sekarang ini. Saya bersama Pak aziz berduaan dulu mas, mikul air tawar dari sumber di Barat sana, yaa kurang lebih 2 km jaraknya untuk menyiram rumput disini,” kenang Mas Rudi sambil tersenyum.

“Singkat cerita yaa syukur alhamdulillah, dari Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pak Bramudya di dukung Bupati mendukung penuh aktifitas Pokdawis Grand Watu Dodol, hingga akhirnya perawatan rumput dan perawatan bunga disini bisa lebih mudah dan efisien dengan adanya infrastruktur yang memadai,” tutur Mas Rudi, belum lama. September 2020.

Baca : Fakta Unik Teluk Hijau, ‘Surga’ Tersembunyi di Timur Pulau Jawa

Kerja keras yang ikhlas membuahkan hasil dan bermanfaat untuk warga sekitar. Yang dulu serba kekurangan. Mereka bisa berkerja menjadi karyawan di wisata GWD.

Pokmaswas Pesona Bahari Peduli Konservasi Budidaya Terumbu Karang 2
Konservasi terumbu karang di GWD (Grand Watu Dodol)

“Alhamdulillah rata-rata sudah status Tenaga Harian Lepas (THL), jadi tidak suka rela lagi tenaganya, seperti dulu waktu babat alas, hehe”, pungkasnya.

Bapak Aziz bercerita tentang kebahagian yang dirasakan para karyawan dan juga warga Banyuwangi umumnya.

Baca : Gubernur Khofirah Apresiasi Anak Muda Teruskan Tradisi Tenun Ikat Kediri

“Puncak kebahagiaan kita bersama ialah ketika GWD ini mendapatkan penghargaan yang sangat fenomenal pada tahun 2018, yakni menjadi Pantai Terbersih di ASEAN, dan memberikan kebanggaan tersendiri untuk wisatawan yang hadir disini.

Pekerja GWD
Pekerja di wisata GWD

“Pantai GWD ini sudah sangat bersih dan sangat nyaman. Kalo tidak percaya buktikan sendiri sudah,” gurau Bapaka Aziz menutup ceritanya.

Perlu kita ketahui bersama, bahwa di GWD ini fasilitas penunjangnya sangat memadai mulai dari fasilitas infrastruktur maupun fasilitas penunjang spot – spot selfi yang sangat instagramable.

Berikut Info Beberapa Fasilitas GWD :

1. Ada 2 Area Parkiran yang Luas
2. Mushola
3. Toilet yang bersih
4. Cafe atau warung makan
5. Aula Sarasehan
6. Camping Ground
7. Snorkling dan Diving
8. Akses menuju Pulau Tabuhan dan Menjangan
9. 7 Spot selfie instagenic
10. Taman bermain anak – anak
11. Penangkaran Lobster di Habitat Asli (satu-satunya di Indonesia)

Nah itulah fasilitas yang ada di GWD ini, lengkap bukan..!! jadi kawan – kawan yang hendak melakukan travelling kesini ga perlu repot – repot mikirin isi perut maupun yang lainnya lagi.

Untuk akses lokasi menuju GWD ini sangat mudah, hanya berjarak 18 km dari pusat kota Banyuwangi dan berada di Jalur Provinsi.
Sedang untuk Tiket masuk ke Grand Watu Dodol ini ialah : Perorang Rp. 5000, Motor Rp. 2000, Mobil Rp. 5000, dan Bus Rp. 10.000.

Di karenakan sekarang ini memasuki era baru yakni new normal, di mohon kepada semua wisatawan agar tetap dan selalu mematuhi protokol kesehatan yang telah di paparkan oleh pemerintah. “Pakai Masker”.***

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *