GS Ketua Pokmas Program PTSL Desa Banyuanyar Tersangka Pungli

106 views
banner 468x60)

Foto: Kapolres Banyuwangi AKBP Taufiq membeberkan barang bukti yang diamankan dari tersangka OTT pungli program PTSL. (fattahur)

KABARRAKYAT.ID – Kepolisian Resort (Polres) Banyuwangi realese OTT oknum panitia Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Desa Banyuanyar Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi. Penyidik resmi menetapkan GS (Gito Suprayogi) umur 45 tahun sebagai tersangka pungli (pungutan liar) pada program pemerintah pusat, PTSL. Dia ditangkap pada hari Senin siang (26/11/2018) kemarin.

GS asal Dusun Krajan RT 2 RW 3 Desa Banyuanyar Kecamatan Kalibaru ini ditangkap polisi di halaman depan Bank BRI Kalibaru ketika hendak melakukan transaksi pembayaran pengurusan sertifkat PTSL milik korban Hj. Hoiriyah (41), warga Dusun Curah Leduk, Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru.

“Operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pelaku dilakukan di depan halaman Bank BRI Cabang Kalibaru sekitar pukul 11:30, Senin kemarin,” kata Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, SIK saat menggelar jumpa pers di halaman Mapolres Banyuwangi, Selasa (27/11/2018).

Diketahui, tahun 2016 korban mengurus sertifikasi tiga bidang tanah yang pada saat itu masih melalui progam prona dimana progam ini telah berganti menjadi Progam PTSL pada tahun 2017. Saat itu pada tahun 2016, tersangka masih berstatus sebagai anggota Tim Prona dan pada tahun 2017 barulah ia diangkat menjadi Ketua Pokmas PTSL.

Pada saat pengurusan tahun 2017, lanjut Kapolres, ada kesepakatan antara keduanya bahwa untuk pengurusan sertifikat sebesar Rp. 40 juta. padahal sesuai aturan yang ada, biaya PTSL hanya sebesar Rp. 700 ribu per bidang.

“Ada kesepakatan antara terlapor dan pelapor bahwa untuk pengurusan sertifikat biayanya sebesar Rp. 40 juta,” ujar Kapolres.

Pungli PTSL

Press realese dugaan pungli program PTSL digelar Polres Banyuwangi, dipimpin Kapolres AKBP Taufiq

Saat itu korban sudah menyerahkan uang muka muka sebesar Rp. 7,5 juta, yang kedua sebesar Rp. 5 juta, dan yang terakhir sebesar Rp. 10 juta. “Karena pembayaran masih setengah, maka pelaku hanya memberikan satu sertifikat saja, sisanya diserahkan jika biaya dilunasi sepenuhnya. Padahal, seluruh pengurusan sertifikat sudah selesai Desember 2017 lalu,” imbuh Kapolres.

Dari hasil OTT tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa, uang tunai Rp. 10 juta, 1 buah sertifikat Hak Milik Nomor 01449 atas nama Hoiriyah, 1 buah Hp Samsung warna putih, 1 unit motor Honda Beat warna hitam, dan 1 buah kwitansi penerimaan uang sebesar Rp. 7,5.

Sementara tersangka Gito dijerat pasal 12 huruf e UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun dan denda paling banyak 1 miliar Subsider Pasal 363 KUHP tentang pemerasan dan Pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Hasil pengembangan kepolisian, sejak tahun 2016 hingga 2017 setidaknya tersangka sudah mengurus sebanyak 300 bidang tanah dan besarannya cukup berfariasi.

Dan hingga kini, kepolisian juga tengah melakukan pengembangan terhadap empat orang anggota Pokmas PTSL dan pihak-pihak yang terlibat dalam kepengurusan PTSL tersebut, pungkas Kapolres.

Reporter : Fattahur

Editor : Coi/Choiri

banner 468x60)

#Desa Sumberanyar #Kabar Polisi #OTT Pungli PTSL #Polres Banyuwangi

Author: 
    author

    Related Post

    banner 468x60)

    Leave a reply